Zonasi Kabupaten Pekalongan sudah di zonasi kuning dan hijau. Ini untuk dipertahankan. "Semua komponen masyarakat kita harapkan membantu serbuan vaksin. Sekaligus tetap menjaga prokes. Tidak euforia," ujarnya.
UJI COBA TEMPAT WISATA
Disinggung kapan dibukanya obyek wisata, ia mengatakan, tempat wisata akan diuji coba dulu. "Kita siapkan SOP dulu, termasuk dengan pelayanan peduli lindungi yang diwajibkan di seluruh mall dan pertokoan modern. Kebetulan di kita pertokoan modern tidak ada. Di pariwisata kita siapkan. Nanti kita susun SOP-nya bagaimana. Pengunjung bisa mendownload aplikasi peduli lindungi dan sudah vaksin baru boleh masuk ke wilayah-wilayah pariwisata. Pengelolanya juga harus menyiapkan sarana prasarana prokesnya," katanya.
Ditambahkan, kelemahan capaian vaksinasi di Kabupaten Pekalongan adalah ketersediaan vaksinasinya. "Kebetulan yang didropping ke kita masih sangat terbatas dari sisi ketersediaan vaksin. Keterjangkauan kita baru 26,32 persen. Jadi harapannya kalau mau ke level 1 mau tidak mau vaksinasinya di atas 50 atau di atas 60 persen. Khususnya yang lansia," tandasnya.
Padahal, imbuh dia, dari sisi ketersesiaan tenaga vaksinator dan tenaga kesehatan sudah siap menyerbu 15 ribu vaksin dalam sehari. "12 sampai 15 ribu kita sanggup," imbuhnya. (had)