Petani Padi Kian 'Loyo'

Selasa 12-04-2022,12:15 WIB

**Obat-obatan Mahal, Harga Jual Anjlok

KAJEN - Petani kecil di pedesaan kian 'loyo'. Semangat mereka kendor lantaran harga jual gabah di tingkat petani saat ini turun. Padahal, biaya produksi naik terutama obat-obatan pertanian yang harganya kian mencekik.

Amat Basuki, petani dari Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, kemarin, menuturkan, harga gabah saat ini di wilayahnya masih Rp 400 ribu perkuintal. Harga itu tidak sebanding dengan pengeluaran petani.

Disebutkan, upah tenaga kerja Rp 100 ribu perhari. Untuk bibit butuh 40 kg/hektare. Biayanya Rp 10 ribu/kg. Pupuk butuh 6 kuintal, seharga Rp 350 perkuintal. "Yang kami hasilkan hanya 2,4 ton," keluh dia.

Biaya obat pertanian sekitar Rp 500 ribu. Itu untuk lima botol obat pertanian. Belum lagi biaya penyiangan sekitar Rp 1 juta. "Semua itu belum ditambah ongkos angkut dari sawah," keluh dia.

Djasmani, petani dari Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, mengeluhkan anjloknya harga gabah di tingkat petani. Di wilayahnya harganya hanya sekitar Rp 300 ribu perkuintal. Itu untuk jenis padi IR32. Itu adalah jenis terbaik di wilayahnya.

"Padahal obat-obatan pertanian baik itu pestisida maupun herbisida sekarang mahal semua. Ya kene ki nasib wong tani. Hasilnya juga kurang bagus. Sekarang kena wereng. Sebelumnya kena sundep," tutur dia.

Abah (36), warga Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar juga mengeluhkan turunnya harga gabah saat panen. "Ya turun. Sekarang harganya Rp 300 ribu," katanya.

Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Nusa Indah, mengatakan, harga gabah memang turun. Namun masih sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah.

"Ya Pak memang turun tapi hasil pemantauan teman-teman kami yang di lapangan masih sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah," kata dia.

Diungkapkan, harga gabah di tingkat petani di Kecamatan Sragi dan Kesesi, gabah kering panen (GKP) Rp 3.800/kg, biaya combine sekitar Rp 500 - Rp 600. Artinya, harga gabah di tingkat petani Rp 4.300 - Rp 4.400. Untuk harga gabah kering giling (GKG) Rp 5.300 - Rp 5.400.

"Sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020, harga GKP di tingkat petani Rp 4.200. GKG di penggilingan Rp 5.250, dan GKG di Bulog Rp 5.300," terang dia.

Pada musim panen sebelumnya, harga gabah di tingkat petani juga anjlok. Saat itu, satu kuintal gabah hanya ditebas oleh tengkulak senilai Rp 280 ribu hingga Rp 290 ribu. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait