*PIhak KITB Optimis Sudah Optimalkan Antisipasi
BATANG - Musibah banjir bandang menerjang wilayah Celong Kedawung tahun lalu di sekitar wilayah Kawasan Industri Batang (KITB). Untuk mencegah berulangnya bencana serupa pada musim hujan 2022/2023, pihak KITB menyatakan telah melakukan sejumlah upaya antisipasi.
Direktur Operasional dan Teknik KIT Batang, I Made Kartu menjelaskan, pihaknya sudah membuat kolam retensi, dan pelebaran gorong-gorong di lokasi rel kereta api radius terdekat KIT Batang.
"Kami bergerak cepat untuk menemukan solusi yang tepat agar pada musim penghujan ini tidak terjadi banjir lagi seperti tahun sebelumnya," tutur Made saat diwawancarai pada Senin (11/10/2022).
Selain itu, pihaknya juga turut membangun long storage. Nantinya long storage akan berguna sebagai bangunan penahan air dan sekaligus akan berfungsi menyimpan air di dalam sungai.
Made memastikan, penanganan dampak banjir tahun ini sudah ber musim penghujan pada tahun ini sudah bisa beroperasi sehingga banjir tidak akan melanda di wilayah sekitar kawasan ini.
"Kami yakin dengan penanganan tersebut banjir seperti tahun kemarin tidak terulang lagi, semoga musim penghujan tahun ini aman terkendali," pungkasnya.
Seperti diketahui, banjir lumpur sempat terjadi beberapa kali sepanjang tahun 2021 lalu di wilayah Dukuh Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih sebagai dampak atas pembangunan KITB. Sebanyak 250 an pemukiman warga terendam air bercampur lumpur yang datang dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Akibat peristiwa itu, warga setempat sempat geram, dan melakukan aksi pemblokiran akses jalan pembangunan KITB.
Salah satu warga setempat, Khuzaeni (52), menuturkan, sudah delapan kali kebanjiran. Banjir terakhir pada 28 September 2021 lalu yang menjadi terbesar. "Tingginya satu meter lebih, banjir air campur lumpur sampai barang-barang elektronik saya banyak yang rusak, termasuk televisi hingga sound system," katanya, Oktober 2021 silam.
Depan rumah Khuzaeni sudah dibangun pagar setinggi satu meter. Tetapi, air luapan dari KITB masih tetap menerobos masuk. Ia pun menjelaskan ketika ada hujan deras selama satu jam, warga selalu was was. Seluruh barang-barang di dalam rumahnya segera dinaikkan.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak pengelola KITB pun memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir lumpur serta memberikan uang ganti untuk perawatan perabot yang rusak. (nov)