SIWALAN - Jembatan Glotak di Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan, mulai Selasa (15/02/2022) dipastikan bisa dilalui. Jembatan kembali dioperasikan setelah sepekan dilakukan perbaikan.
Diketahui, putusnya Jembatan Glotak sebagai sarana penghubung antar desa dan antar Kecamatan, terpaksa membuat warga sekitar berputar arah dengan jarak sekitar 10 KM. Putusnya jembatan selain dikarenakan termakan usia juga diakibatkan karena banjir yang melanda wilayah sekitar yang mengakibatkan sampah menyangkut pada tiang jembatan sehingga mempercepat ambrolnya Pondasi Jembatan.
Adanya kejadian itu, Senin (07/02/2022) Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama Sekda dan OPD terkait lengsung meninjau lokasi Jembatan Glotak. Saat itu juga jembatan langsung dilakukan perbaikan dan setelah sepekan Jembatan bisa dilalui warga. "Perbaikan sekitar satu minggu selesai dan diharapkan bisa dilalui kembali," ungkap Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto.
Terpisah, Kepala Desa Blimbingwuluh Kecamatan Siwalan Riyanto mengatakan setelah sepekan dilakukan perbaikan pasca ditinjau Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Selasa (15/02/2022) dipastikan bisa dilalui. "Hari ini (Senin 14/02/2022) perbaikan jembatan sudah selesai jadi besok (Selasa) dipastikan bisa dilalui, " katanya.
Dengan kembali dibukanya Jembatan Glotak tersebut, kata Kades, maka warga tidak usah menutar lebih jauh.
Sebelumnya, Jembatan Glotak Desa Blimbing wuluh Kecamatan Siwalan, Minggu (06/02/2022) putus. Akibatnya akses warga sekitar mengalami kesulitan dan harus memutar dengan jalan 10 KM.
Pondasi jembatan berumur ratusan tahun tersebut ambrol akibat diterjang banjir. Peristiwa terjadi sekira pukul 14.30 wib bermula wilayah Kabupaten Pekalongan dilanda hujan lebat hingga mengakibatkan banjir.
Sampah yang menyangkut di bagian bawah jembatan menyebabkan air tidak lancar sehingga ikut menarik jembatan dengan panjang 70 meter dan lebar 2,5 meter.
Padahal jembatan tersebut adalah satu-satunya penghubung antara dusun Blimbing Kulon dan dusun Wuluh Kulon, bahkan penghubung antar Desa dan jalur alternatif Kecamatan Sragi - Siwalan. Untuk sementara jembatan ditutup penuh karena membahayakan bagi yang melintas.
Anak-anak desa yang bersekolah di SD N Wuluh 1, SD N Wuluh 2 dan SMP N 1 Siwalan terpaksa memutar sejauh lebih dari 10 km.(yon)