DORO - Seorang juragan tebang, Tubi (67), warga Dukuh Kedempel Rt 01 Rw 01 Desa Harjosari Kecamatan Doro, Senin (01/03/2021), tewas tertimpa pohon duren yang tengah ditebang di Dukuh Kedempel Rt 03 Rw.02 Desa Harjosari, Doro. Saat ini jenasah sudah dikebumikan.
Informasi yang diperoleh, peristiwa naas terjadi sekira pukul 08.30 wib. Ketika itu korban datang ke lokasi untuk menebang pohon durian mengajak Kamari (42) dan Kudakir (35) menuju Dukuh Kedempel Desa Harjosari Kecamatan Doro tepatnya di kebun milik Tarkawi.
Setelah sampai di kebun, Tarkawi menunjukkan pohon yang akan ditebang. Saat itu pekerjaan dimulai oleh Mudakir dengan memanjat pohon untuk memotong ranting pohon dan memasang tali penarik.
Setelah tali terpasang, Mudakit turun, dan Kamari mulai menggergaji pangkal pohon menggunakan gergaji mesin hingga setengah pohon terpotong. Saat itulah pohon siap untuk ditarik.
Mudakir bersama korban bertugas memegang tali tambang untuk menarik dari bawah. Setelah ditarik berdua pohon durian mulai roboh, Mudakir lari ke arah samping barat, namun korban lari ke selatan sejajar dengan jatuhnya pohon durian sehingga pohon durian menimpa kepala belakang korban.
Sontak korban terjatuh disamping pohon, dengan kondisi terluka pada kepala belakang. Saat itulah korban hilang kesadaran. Karena masih bernafas, saksi bersama warga membawa korban ke RSUD Kajen. Namun naas, sampai RSUD korban meninggal dunia.
Kapolsek Doro AKP Aries Tri Haryanto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan korban tertimpa pohon durian dengan panjang 19 meter, Lingkar batang pohon 160 cm, diameter 70 cm. Adapun saat itu panjang tali penarik 25 meter dan jarak pangkal Pohon dengan lokasi penarik 12 meter. Untuk jarak pangkal pohon dengan lokasi jatuhnya korban korban 15 meter.
"Berdasarkan keterangan dari para saksi, saat pohon durian siap ditarik sudah diberi aba aba untuk ditarik. Korban semestinya lari kesamping kanan atau kiri namun saat itu korban lari searah dengan jatuhnya pohon, " ungkapnya.
Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima sebagai musibah dan langsung dikebumikan di pemakaman sekitar. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu hati jati ketika melakukan penebangan sehingga tidak terjadi hal serupa. (Yon)