"Memang keturunan kecil. Ukurannya kan standar nasional. Usia segini, tingginya segini. Dikira stunting. Padahal kondisi anak sehat. Memang faktor keturunan orang tuanya fisiknya kecil," tandasnya.
Untuk temuan ibu dengan gangguan jiwa, dulu sudah dapat PKh. Ia merantau ke Kalimantan. Terlantar di sana, dan sekarang kembali ke kampung halaman.
"PKHnya lepas. BPJS ndak ke urus lagi karena di sana. Tadi minta diuruskan. Kita nanti akan uruskan. Untuk BPJS dan bantuan sosialnya," terang Hadi.
Menurutnya, bantuan sosial tidak hanya berupa uang. Tapi pancingan untuk usaha. "Ibu itu (istri Kadil, red) kan minta bantuan untuk tanam selong. Nanti akan kita carikan sumbernya," ujarnya.
Ditandaskan, pemerintan ada itu untuk masyarakat. Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kecamatan merupakan perwakilan dari kabupaten.
"Kita ingin semuanya sejahtera. semua. Ibu tadi akan coba kita bantu. Punya anak seperti ini dan tetap dirawat dengan baik. Kedua anaknya sudah dapat bantuan kursi roda. BPNT dapat. PKH tadinya dapat, namun sejak Januari 2022 tak dapat. Ia berharap dapat PKH lagi dan minta modal untuk tanam selong," ujarnya. (had)