KEDUNGWUNI - Di tengah pandemi Covid-19, sektor perekonomian warga terpukul. Apalagi dengan adanya kebijakan PPKM darurat yang kian membatasi ruang gerak masyarakat.
Meski mengaku terpukul dengan kondisi pandemi, warga banyak yang memahami kebijakan pemerintah tersebut. Warga berharap, dengan kebijakan itu akan mampu menekan laju penyebaran Covid-19 sehingga segalanya bisa berangsur pulih kembali.
Lukman (37), penjual nasi goreng di Jalan Raya Podo, Kedungwuni, kemarin malam, mengaku berusaha mematuhi aturan pemerintah selama diberlakukannya PPKM darurat. Ia biasanya tutup pukul 00.00 WIB dini hari. Saat ini pukul 20.00 WIB lapaknya sudah siap-siap untuk ditutup.
Piring dan gelas pun tidak dikeluarkan, agar pembeli membungkus nasi goreng jualannya. Namun terkadang ada perasaan tidak enak, jika ada pembeli yang ternyata ingin makan di tempat. Sehingga ia pun tetap melayaninya dengan baik.
"Dampaknya sulit jualan, mau makan apa kita. Ini dua jam saja jualannya. Balik modal saja ndak bisa. Ekonomi jadi sulit. Semoga corona cepat bisa diatasi," ungkap dia.
*Belasan Orang Reaktif
Sementara itu, dari operasi gabungan pendisiplinan PPKM darurat di Jalan Raya Podo-Kedungwuni, Jalan Raya Karanganyar, dan di sekitar Tugu Nol Kajen, Jumat (9/7/2021) malam, belasan orang kembali dinyatakan reaktif dari hasil tes rapid antigen. Belasan orang itu langsung dikarantina di RS Kesesi. Dari operasi malam itu, 246 orang terjaring karena melanggar aturan PPKM darurat.
Mirisnya, dalam operasi malam itu petugas juga mendapati sekelompok remaja tengah menenggak alkohol murni 70 persen di emperan toko di Jalan Raya Wonopringgo. Mereka pun diberi pembinaan dan menjalani rapid antigen.
Wakil Bupati Pekalongan Riswadi, disela-sela operasi pendisiplinan, menyatakan, malam itu adalah operasi pendisiplinan implementasi PPKM darurat yang kedua.
"Giat ini dimotori pemkab bersama Forkompinda. Malam ini melakukan tracking yang dipusatkan di Jalan Kedungwuni-Podo," terang Riswadi.
Dari sampling random dilakukan, lanjut dia, dari 132 orang, 11 orang reaktif. "Ada tiga tempat dilakukan seperti ini. Yakni di Tugu Nol Kajen, Tugu Duren Karanganyar 20 yang reaktif 2, dan di Kajen 30 lebih yang reaktif 4," terang Riswadi.
Riswadi menyatakan, PPKM darurat berhasil menekan laju Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Sinergitas antara Pemkab Pekalongan, TNI, dan Polri dalam menegakkan aturan PPKM darurat berhasil.
"Ini membuktikan bahwa apa yang dikomandani Kapolres Pekalongan sangat berhasil. Jajaran kami dalam menangani Covid juga menurun drastis. Dari kematian kemarin 16, 12, hari ini cuma 6. Saya yakin jika ini dilakukan terus menerus akan landai dan turun. Ini harus dilakukan bersama-sama," ujar dia.
Ia melihat masyarakat sudah menyadari bahwa corona ini menakutkan dan luar biasa. Salah satunya dengan melakukan pendisiplinan. "Pendisiplinan ini dilakukan supaya benar-benar PPKM darurat harapannya wabah corona sirna dari negeri tercinta ini," katanya.
Operasi serupa, ujar Riswadi, akan dilakukan terus menerus sampai tanggal 20 Juli 2021. "Titik-titiknya akan kami rahasiakan karena ini bagian dari strategi dalam penegakan implementasi PPKM darurat," ujar Wabup.