Kematian Penta Febrilla Masih Misteri

Selasa 31-08-2021,12:00 WIB

**Keluarga Berharap Pelaku Segera Ditemukan

BATANG - Kasus dugaan pembunuhan Penta Febrilia (26), warga Dukuh Pasirsari, Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan/Kabupaten Batang hingga kini masih menjadi misteri.

Pihak keluarga masih terus merasa janggal dengan kematian Penta yang ditemukan tewas dengan leher terlilit handuk di dalam kamar mandi gudang pengolahan ikan tempatnya bekerja yang terkunci pada Minggu 13 Juni 2021 silam atau dua bulan lalu.

Ditemui di kediamannya, Senin (30/8/2021), Nada Casriana (37) selaku kakak korban masih terlihat emosional ketika membahas dugaan pembunuhan adik perempuannya itu. Suaranya bahkan meninggi.

Baca juga : Pembunuh Sekretaris Cantik di Gudang Ikan Akhirnya Dibekuk

Ia dan pihak keluarga merasa mengganjal, karena pembunuh adiknya belum terungkap. "Memang ada hukum, tapi kalau saya pribadi mintanya pelakunya nyawa dibalas nyawa," ujar wanita yang akrab disapa Ana.

Ana mengaku masih trauma dengan peristiwa kematian adiknya tersebut. Ia selalu teringat sosok jenazah adiknya setiap kali melihat kamar mandi. "Pihak keluarga pun cuma bisa terus mendoakan agar pelakunya bisa segera ketemu," pintanya.

Sang ibu, Dasmini juga mengungkapkan hal serupa. Hingga kini, pihak keluarga masih terus teringat Penta di setiap saat. "Semoga pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku," tuturnya.

Saat membahas sang anak, suara Darsin (65), ayahanda korban, pun langsung bergetar. Darsin selalu menyibukkan dirinya sendiri untuk mengalihkan perhatian dan ingatannya terhadap kasus itu.

Di sisi lain, gudang pengolahan ikan tempat ditemukannya mayat Penta hingga kini masih tutup. Tidak ada aktivitas apapun dan garis polisi masih terpasang di tempat kejadian perkara tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Batang, AKP Budi Santoso mengatakan, bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih sangat berhati - hati dalam mengungkap kasus ini, karena terkendala minimnya alat bukti di tempat kejadian perkara (TKP). "Tim penyelidikan masih bekerja keras, kalau sudah ada kejelasan kasus ini, akan kita publikasikan," ujar AKP Budi Santoso. (fel)

Tags :
Kategori :

Terkait