**Banjir Masih Sepaha
TIRTO - Banjir di pesisir Kabupaten Pekalongan hingga kemarin belum surut. Warga terdampak mulai mengeluhkan kesehatannya yang menurun. Selain itu, penyakit gatal-gatal banyak menyerang warga karena hidup di genangan banjir selama 10 hari lebih.
"Banyak warga yang kesehatannya mulai menurun karena sudah sepekan lebih hidup di genangan banjir. Banyak yang ngeluh gatal-gatal, pusing, dan greges-greges," keluh Slamet (50), warga Desa Wonokerto Wetan.
Ia berharap, banjir bisa segera surut agar aktivitas warga kembali pulih. Pasalnya, banjir menyebabkan kegiatan warga nyaris lumpuh.
Banjir di pesisir terus mengetuk masyarakat untuk memberikan bantuan. Salah satunya dari KPU Kabupaten Pekalongan.
Jajaran KPU Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan ke dapur umum di Kecamatan Tirto dan Wonokerto. Bantuan berupa sayuran, mie instan, bahan makanan, air mineral, biskuit, kopi, gula, teh, minuman jahe, dan bumbu masak.
"Banjir hingga saat ini belum surut. Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir, KPU Kabupaten Pekalongan siang ini memberikan bantuan ke beberapa dapur umum di Kecamatan Tirto dan Wonokerto," ujar Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan, M Achyar, kemarin siang.
Dikatakan, sejumlah wilayah di pesisir, kondisi banjirnya masih cukup parah. Di Desa Jeruksari, misalnya, di beberapa titik tinggi air masih sepaha orang dewasa.
"Di daerah Tirto masuk Desa Jeruksari di jalan depan SDN Kranding kedalaman sepaha orang dewasa," kata dia.
Sementara itu, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melalui Puskesmas-Puskesmas di wilayah terdampak banjir rutin melakukan pengobatan gratis langsung di daerah banjir. Antusias masyarakat untuk berobat pun cukup tinggi. (had)