KNTI Siap Perjuangkan Nelayan Tradisional

Selasa 30-03-2021,14:30 WIB

KAJEN - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) hadir untuk memerjuangkan kesejahteraan nelayan kecil tradisional. Demikian disampaikan Pembina KNTI Jawa Tengah Habib Aang Abu Bakar saat acara Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNTI Kabupaten Pekalongan di Hotel Horison, Minggu (28/3/2021). Untuk itu, Habib Aang berharap hadirnya DPD KNTI Kabupaten Pekalongan bisa mensejahterakan nelayan kecil tradisional di Kota Santri.

"Saya sangat mensuport adanya DPD KNTI Kabupaten Pekalongan yang nantinya membantu nelayan untuk lebih sejahtera. Karena kebermanfaatan yang baik harus berjalan untuk masyarakat umum, khususnya nelayan di Kabupaten Pekalongan," ujang Habib Aang.

Ketua Bidang Organisasi DPP KNTI Sugeng Nugroho menceritakan sejarah KNTI. Dikatakan, KNTI didirikan oleh beberapa tokoh nelayan tradisional dari 17 provinsi, dari Aceh sampai Papua. Mereka mempunyai nasib yang sama, dengan permasalahan yang beraneka ragam. Oleh karenanya KNTI dibentuk untuk menyatukan nelayan tradisional tanpa sangkut paut politik maupun kepentingan yang lain.

Menurutnya, KNTI memiliki filosofi nelayan yang mandiri, terorganisir, dan terdidik. Memperjuangan hak nelayan kecil tanpa meminta-minta, dan jika ada persoalan diatasi dengan kebersamaan, musyawarah, dan berdiskusi. KNTI mandiri dalam memperjuangkan hak-hak nelayan kecil. KNTI memiliki kekuatan SDA dan SDM.

"Kita harus memberi kritik kepada pemerintah, dan harus membantu sekuat-kuatnya ke pemerintah juga," tegas Sugeng.

Dalam Musda itu, Yoga Dewa Brahma terpilih sebagai Ketua DPD KNTI Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026. Yoga usai musda menyatakan, agenda KNTI Kabupaten Pekalongan terdekat adalah melakukan audiensi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, melakukan riset nelayan tradisional Kabupaten Pekalongan, serta advokasi BBM bersubsidi untuk nelayan tradisional dan nelayan kecil. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait