Kondisi Simonet Kian Parah, Hanya Tersisa 7 Keluarga

Rabu 25-05-2022,14:00 WIB

*Kondisi Simonet Kian Parah

WONOKERTO - Pulau Simonet di Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan kian 'tenggelam'. Di pedukuhan tersebut saat ini hanya menyisakan sekitar 7 keluarga, dari sebelumnya sekitar 67 KK.

Penghuni lainnya sudah meninggalkan pulau itu. Karena kondisi pulau kian membahayakan akibat gempuran abrasi dan banjir rob. Banyak bangunan rumah di pedukuhan ini hancur. Hanya menyisakan puing-puing penuh kenangan.

Sub Koordinator Infrastruktur Bappeda dan Litbang Ismail, mengatakan, di Pulau Simonet masih ada penduduknya. Di lokasi paling utara masih dihuni tiga kepala keluarga. "Agak ke selatan saya ndak ke sana tapi kata pak kades masih ada empat KK yang tinggal di situ. Jadi masih sekitar tujuh KK yang masih tinggal di sana," terang Ismail yang pekan lalu mengunjungi Pulau Simonet, kemarin.

Saat di pulau itu, ia mengaku sempat ngobrol dengan warga yang masih bertahan. Menurutnya, mereka masih bertahan di pesisir Simonet karena tak ada pilihan lain. "Kemarin kami sempat dialog dengan warga yang masih tinggal di sana itu memang tidak ada pilihan lain. Memang punyanya cuma ini. Kemudian cari ikan lebih mudah di sana. Ya sudah saya minta agar pindah, namun mereka ndak ada pilihan lain makanya terpaksa bertahan di sana," katanya.

Warga lainnya yang sudah pindah, lanjut dia, itu kebanyakan ngontrak atau tinggal di rumah saudara. "Kebetulan tiga KK yang di pantai ini satu keluarga besar yang katanya tidak punya kerabat di selatan tanggul. Tidak punya banyak pilihan memang," ungkapnya.

Di pulau itu juga anak yang bersekolah. Kata dia, mereka sekolah di Desa Blacanan dengan menyusuri pantai. "Akses ke Depok masih bisa dilewati. Mereka tiap pagi antar anaknya ke sekolah ke Blacanan itu lewat pesisir. Itu pakai trail yang bisa nerobos ke sana," katanya.

Dikatakan, pemkab memang masih menunggu kabar baik dari pemerintah pusat terkait dengan relokasi warga Simonet. Pemkab sudah mengusulkan itu sejak tahun 2021. Pemkab juga sudah menyiapkan lahan di Pekuncen seluas 8 ribu meter persegi. "Warga sudah bersedia. Yang kita usulkan kemarin 67 KK. Kemarin juga sempat kami ke Jakarta. Bupati, Sekda, saya mendampingi. Kita melakukan upaya juga di Jakarta agar ini segera dipercepat untuk bisa terealisasi. Dan Alhamdulillah dalam bulan ini saya mendapat kabar kemungkinan kembali ke Jakarta lagi untuk bertemu dengan Kementerian PU," katanya.

Ia pun mengiyakan jika sudah ada harapan dari pusat terkait program relokasi warga Simonet tersebut. "Harapannya mudah-mudahan bisa tahun ini," harap dia.

Ia pun menceritakan kondisi di pesisir saat meninjau Pulau Simonet pada pekan lalu. Penelusuran dilakukan dari rumah pompa Mrican hingga Pulau Simonet. Dari rumah pompa yang baru, kata dia, saat itu elevasi air masih aman. "Karena saya lihat elevasi di selatan tanggul itu di titik satu meter. Artinya itu masih aman. Pada saat kejadian kemarin Senin pagi hujan deras di wilayah utara, itu tidak ada kendala," ujar dia.

Semua air bisa masuk ke Sungai Mrican dan ke longstorage. Pompa pun saat itu belum berjalan karena memang di rumah pompa Mrican itu dilengkapi tiga pintu air otomatis. Ketika air di selatan lebih tinggi dari utara tanggul otomatis pintu akan buka, dan air dari selatan mengalir ke utara. Itu tidak berlaku sebaliknya. Ketika air di utara tinggi, pintu akan nutup. Tidak bisa mengalir ke selatan. "Kalau sama-sama tinggi, utara dan selatan, baru pompa bekerja. Kemarin saya lihat beda elevasinya cukup banyak antara utara dan selatan. Selatan masih aman posisinya," imbuhnya.

Kondisi saat ini air dari utara sudah melimpas di atas tanggul mengalir ke selatan. Pasalnya, banjir rob dalam beberapa hari ini cukup tingi. Wilayah di utara tanggul nyaris terisolir karena banjir rob. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait