Arief berharap, kerjasama penelitian ini menjadi suatu pilot project nasional. "Di tahun 2021 sudah selesai, kemudian di tahun 2023 ini kita bandingkan dengan kerjasama KAERI," katanya.
Arief menambahkan, pihaknya bersama BRIN dan KAERI serta Pemkot akan melakukan kunjungan ke beberapa pengusaha batik di wilayah Kota Pekalongan untuk melakukan uji coba skala laboratorium.
"Dari hasil itu akan menemukan sejumlah rekomendasi dari segi akademisi, pemanfaatan teknologi, feasibility study (studi kelayakan) yang tepat untuk diterapkan di Kota Pekalongan. Sehingga, batiknya tetap lestari, alamnya terlindungi bisa diwujudkan," imbuh Arief. (way)