**Kejar Cakupan 50%
KAJEN - Tingkat ketersediaan vaksin Covid-19 masih menjadi kendala di daerah. Akibatnya, sejumlah daerah sulit bertahan di level 2 akibat cakupan vaksinasi minimal 50% tak tercapai. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro, Selasa (5/10/2021) sore, mengatakan, status PPKM di Kabupaten Pekalongan per tanggal 4 Oktober 2021 naik ke level 3, dari sebelumnya di level 2. Menurutnya, salah satu indikator yang menentukan level adalah cakupan vaksinasi.
"Nah ini kita untuk bisa bertahan di level 2 belum memenuhi target minimal 50 persen (untuk cakupan vaksinasi). Makanya ke depan kita diminta untuk memenuhi target 50 persen untuk dosis pertama," terang dia.
Saat ini vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Pekalongan sudah 30,98 persen. Masing kurang sekitar 19 persen untuk mencapai target 50 persen.
"Dan ini di beberapa kecamatan sudah mencapai. Seperti Wonopringgo dan Kesesi. Nanti akan kejar kecamatan yang lain," ungkap dia.
Diakuinya, ketersediaan vaksin di Kabupaten Pekalongan masih terbatas. Ketersediaan vaksin untuk saat ini saja, pemkab hanya dapat vaksin 30 ribu dosis, ditambah 20 ribu dosis. Vaksin itu sudah terpakai, dan hanya ada sisa 7 ribu dosis. "Ini besok sudah distribusi lagi," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, untuk mencapai target 50 persen dari total sasaran 747.881 masih butuh 144 ribu dosis vaksin.
"Kita berupaya mengajukan permohonan ke Kementerian Kesehatan. Kami sudah usulkan melalui Ibu Bupati ke sana. Dan juga ke provinsi. Karena ada tiga sektor yang dipercaya mengelola vaksin. Yaitu Dinkes, TNI, dan Polri. Tiga ini yang melakukan percepatan vaksinasi," ujar dia.
Untuk percepatan vaksinasi, kata dia, satgas sudah membentuk tim dari Forkopimda. Tim sudah menentukan titik-titik lokasi untuk percepatan vaksinasi. "Kita sudah bikin roadmap, untuk mencapai target Desember 100 persen, harus memvaksin 12 ribu dosis per hari. Kita bagi tiga sektor (utara, tengah, selatan). Dan masing-masing melakukan percepatan atau akselarasi di kantong-kantong yang besar sasarannya," tandasnya.
Ke depan ia optimis target 50 persen itu bisa tercapai. Sehingga level bisa kembali turun ke level 2.
"Kita itu tahu level itu naik, turun, naik, turun. Tapi apapun itu, kita akan tetap berupaya yang terbaik. Karena apa artinya level. Kalau level 2 tapi tak taat protokol kesehatan kan sama saja," imbuhnya. (had)