Maka cobalah hubungkan dengan fenomena bulan Ramadhan ini, di mana dengan suka cita setiap muslim menyambutnya untuk menjalankan perintah Allah.
3. Senantiasa Mengingat Umur
Umur orang tua dan anak tidak ada yang dapat menjamin. Siapa saja bisa dipanggil lebih dulu, mau dia lebih tua atau masih anak-anak bukan faktor penentu, karena ajal bisa datang kapan saja.
Maka segeralah menunaikan kewajiban yang ada, sehingga diharapkan saat berpulang nanti bisa menghadap Allah dalam kondisi muslim yang taat.
4. Memahami Zaman Anak
Perlu juga mengambil sikap yang baik dalam mengingatkan anak. Apalagi anak szaman sekarang masuk ke dalam generasi gen z. Yang terbiasa dengan gadget.
Maka diperlukan kesabaran ekstra dan ilmu dalam menemukan kiat yang tepat, mau berkorban dalam melatih anak puasa.
Orang tua juga perlu berfikir matang dalam proses penyiapan anak mengenal puasa dengan baik. Dari tenaga, uang, dan rasa sabar yang luas.
5. Menyiapkan Mental
Mempersiapkan mental kuat hati dalam bersungguh-sunguh (istiqomah dalam menjalankan ibadah puasa.
Tahan rasa kasihan, jangan sampai anak di rasa mau mencoba puasa full, menunjukan keteguhan tekad untuk berpuasa penuh, namun karena tidak tega ibu justru yang menawari anak berbuka lebih cepat.
BACA JUGA:Perhatian untuk Para Orang Tua, Begini Tips Parenting Mendidik Anak Balita Menurut dr Aisah Dahlan
Jadi orang tua harus tetap memberikan rasa antusias, menyemangati, dan tidak mudah menyerah saat mendampingi anak yang sedang mulai belajar.