Lagi, Jalur Lebakbarang Tertutup

Rabu 27-10-2021,13:00 WIB

**Akibat Pohon Tumbang

LEBAKBARANG - Jalur utama menuju ke Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Selasa (26/10/2021) siang kemarin, kembali tertutup akibat pohon tumbang. Akses bisa dibuka kembali pada sore harinya setelah pohon besar yang roboh dan menutupi jalan bisa dibersihkan warga sekitar.

Hasan, warga Lebakbarang, menerangkan, pohon tumbang kali ini tak sebanyak kejadian sebelumnya. Menurutnya, ada satu pohon berukuran besar yang roboh dan menutup badan jalan.

"Pohon yang roboh di Sirombeng. Masuknya Desa Mendolo," terang dia.

Sekdes Bantarkulon, Edi Bambang Raimpron, juga membenarkan adanya pohon tumbang yang kembali menutup akses ke Lebakbarang. Akibat kejadian itu, hingga kemarin petang aliran listrik di wilayah pegunungan itu kembali padam.

"Listrik juga padam lagi," keluh dia.

Sebelumnya diberitakan, hutan Lebakbarang 'ngamuk'. Akses utama menuju ke Kecamatan Lebakbarang melalui jalur Karanganyar - Lebakbarang, sempat terisolasi selama dua hari.

Yakni sejak Jumat (22/10/2021) siang hingga Sabtu (23/10/2021) siang. Pohon bertumbangan di 13 titik dan satu titik longsor di sepanjang jalur pegunungan itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, menyatakan, Pemkab Pekalongan sudah membuat surat edaran ke camat, khususnya camat di wilayah pegunungan, untuk mulai waspada. Karena mulai bulan Oktober 2021 ini sudah memasuki musim hujan. Sehingga dibutuhkan kewaspadaan akan potensi bencana alam.

"Surat edaran ditujukan kepada sembilan camat yang memiliki wilayah dataran tinggi yang miliki potensi longsor. Terutama apabila hujan deras turun lebih dari 30 menit dimohon untuk waspada," ujar Budi.

Warga diimbau untuk mengadakan ronda apabila hujan deras untuk saling mengingatkan. "Untuk saluran-saluran drainase kemarin juga dimohon untuk dicek dan dibersihkan," kata dia.

Apabila ada retakan-retakan tanah di daerah pegunungan, lanjut dia, masyarakat diminta mengadakan gotong-royong untuk segera menutup retakan-retakan itu. Penutupan retakan tanah ini untuk mengantisipasi munculnya potensi bencana longsor dan tanah gerak.

"Untuk saat ini mulai memasuki bulan penghujan, masyarakat Kabupaten Pekalongan kami mengimbau untuk waspada terutama angin puting beliung, pohon tumbang, dan longsor," imbau dia. (had)

Tags :
Kategori :

Terkait