Mangkir, TP Lima Guru ASN Tak Dicairkan

Selasa 30-11-2021,12:00 WIB

*Kelimanya juga Dimutasi

BATANG - Evaluasi pendidikan terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk juga dalam mengevaluasi para guru, khususnya ASN di Kabupaten Batang melalui Evaluasi Kerja Guru di Hotel Dewi Ratih, Senin (29/11/2021). Disdikbud bahkan mencatat ada lima orang guru ASN yang mangkir dalam menjalankan tugas mereka, sehingga kelimanya tidak dapat mencairkan tunjangan profesi (TP) mereka.

Kepala Bidang Ketenagaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, M Arief Rohman menjelaskan, hal itu terjadi lantaran guru tersebut melanggar disiplin kerja. Hukuman tersebut juga sudah sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.

Menurut Arief, ada beberapa syarat untuk bisa mencairkan tunjangan profesi guru, di antaranya mengajar minimal 24 jam selama satu minggu. "Kalau ada pemangkiran terkait syarat tersebut, sehingga tidak bisa menerima tunjungan profesi guru atau sertivikasi. Setahu saya yang melanggar indisipliner ringan ada sekitar 5 orang. Dan sudah kita berikan hukuman sesuai peraturan perundang - undangan yang berlaku selaku ASN," ujarnya.

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Achmad Taufiq mengatakan, pelanggaran berupa indisipliner guru dikatahui terjadi di beberapa SD di Kabupaten Batang karena tidak melaksanakan tugas. "Kami sudah berikan punishment. Tunjangan sertifikasinya kita tidak cairkan lalu kita mutasikan ke tempat lain," jelas Achmad Taufiq.

Menurut dia, meski pelanggaran itu dilakukan saat masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring, namun hal itu tetap tak bisa dibenarkan. Karena para guru yang telah digaji oleh negara dituntut tetap harus menunaikan tugasnya secara baik dan benar sesuai tuntutan perundang-undangan.

"Mereka terpantau meninggalkan tugas. Sekalipun mereka melaksanakan tugas dari tempat lain tapi datang ke sekolah tetap wajib. Contohnya seperti saat mengikuti kegiatan ini," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji mengatakan, pandemi Covid-19 memepengaruhi banyak hal termasuk kedisilpinan dalam kinerja. "Oleh karena itu, kepala sekolah kita ingatkan harus menjadi contoh guru-guru yang lainya. Nanti kita kasih reward anda punismhent-nya," ujarnya. (nov)

Tags :
Kategori :

Terkait