BATANG - MGMP IPS SMP Kabupaten Batang kembali menghelat pelatihan penelitian Research & Development (R&D) secara luring, di SMPN 1 Kandeman, Sabtu (16/7/2022).
Pelatihan yang bekerja sama dengan jurusan PIPS Universitas Negeri Yogyakarta ini membuat guru IPS antusias. Bahkan peserta yang hadir mencapai 96 guru IPS dari lintas jenjang seperti SD, SMP, SMA/SMK di Batang.
"Alhamdulillah, saat pelatihan luring ini antusias guru-guru IPS sangat tinggi, terlihat selama pemaparan materi dan diskusi, terjadi interaksi komunikasi dua arah, baik dalam pembuatan judul dan perumusan masalah serta penyusunan instrumen penelitian R&D," ujar Ketua MGMP IPS SMP Kabupaten Batang, Wulan Dwi Aryani usai kegiatan.
Ia berharap agar guru IPS Kabupaten Batang dapat menjadi guru yang profesional. Untuk itu, mereka harus terus mengembangkan profesinya, serta mau bergeser dari zona sebelumnya.
"Jadi penting untuk melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Dengan PKB guru akan terus belajar mengupgrade ilmunya akan dapat meningkatkan kompetensi dan bonusnya karier meningkat khususnya lancar dalam kenaikan pangkat, " ujar Wulan.
Pihaknya berharap pelatihan ini dapat menambah wawasan dan informasi guru IPS terhadap penelitian metode R&D. Sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. MGMP juga akan terus menyelenggarakan kegiatan PKB sesuai proker dalam kerangka memfasilitasi anggota komunitas.
Kasi PPTK Disdikbud Batang, Daniel Imam Raharjo mengapresiasi kegiatan guru khususnya yang tergabung dalam komunitas MGMP IPS SMP. Menurutnya, guru harus terus belajar dan Disdikbud kabupaten Batang siap mendukung kegiatan PKB guru dengan memberikan fasilitas yang dibutuhkan.
Penyaji materi sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIS UNY, Supardi menyampaikan bahwa membuat penelitian R&D itu mudah. Yang penting guru memiliki kompetensi tertentu dan memiliki masalah dalam pembelajaran.
"Hal ini lantaran tingkatannya masih based (dasar) produk yang dihasilkan dari R&D sesuai keahlian atau kompetensi yang dikuasai guru," ujarnya.
Hasil terbaik dari penelitian R&D ini nantinya dapat didesiminasikan dalam bentuk lisan (webinar). Selain itu juga akan ditulis serta diterbitkan dalam bentuk artikel jurnal di UNY, yang terakreditasi nasional. (nov)