**Jalani Isolasi Terpadu di RS Kesesi
KEDUNGWUNI - Sebanyak 11 penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, positif Covid-19. Belasan orang ini jalani isolasi terpadu di RS Kesesi.
Camat Kedungwuni Ajid Suryo Pratondo, Minggu (6/2/2022), mengatakan, temuan kasus Covid-19 di rusunawa itu bermula dari adanya satu penghuni rusunawa yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Kota Pekalongan terpapar virus Corona. Dari informasi ini, petugas melakukan swab kepada seluruh penghuni rusunawa. Hasilnya, ditemukan 10 penghuni lainnya positif Covid-19.
"Informasi dari yang bersangkutan awalnya malah muridnya yang ada gejala. Murid-muridnya diswab ternyata positif. Karena muridnya positif, beberapa hari kemudian yang bersangkutan juga merasakan gejala demam. Akhirnya dia lakukan swab mandiri. Hasilnya juga positif," terang Ajid.
Guru ini lantas lapor petugas. Petugas pun menindaklanjutinya dengan melakukan swab massal di rusunawa. Pada swab pertama di siang hari, dari 57 orang ternyata sembilan orang positif.
"Jadi ada 10 orang sama yang pertama. Jam 14.00 WIB, 10 orang ini kita kirim ke RS Kesesi. Kenapa ndak isoman di situ karena rusunawa posisinya susah dan rawan menular. Alhamdulillah mereka bersedia dikirim ke sana," ujar dia.
Pada malam harinya, swab kedua dilakukan. Swab kedua ini dilaksanakan karena banyak penghuni rusunawa yang pulang kerja di malam hari. Ada 42 orang diswab, satu positif. Malam itu satu orang ini dikirim ke Kesesi.
"Sorenya sudah kita semprot semua ruangan di rusunawa. Alhamdulillah semua yang dari rusunawa di Kesesi kondisinya baik semua. Ada yang bergejala tapi ringan. Rata-rata OTG," terang dia.
Untuk keluarganya, lanjut dia, kebutuhan hidup hariannya selama sepekan kedepan akan ditanggung Forkompincam dibantu Lurah Kedungwuni Barat.
"Kepala rumah tangga kayaknya hanya dua. Kebanyakan perempuan. Ada juga yang dalam satu keluarga, suami istrinya positif. Alhamdulillah anak-anaknya negatif semua. Yang seperti itu untungnya ada adiknya," kata Camat Kedungwuni.
Antisipasi penyebaran Corona kedepan, sosialisasi prokes masif ke desa dan kelurahan. Penyemprotan disinfektan juga diaktifkan kembali. "Kita akan menggugah kembali masyarakat, menyadarkan masyarakat bahwa ada perkembangan Covid lagi," tandasnya.
Masyarakat diminta lebih waspada dan lebih ketat lagi melaksanakan prokes karena rata-rata setelah Delta kemarin sampai sekarang masyarakat banyak yang abai. Padahal varian Omicron ini lebih mudah menular, sehingga harus lebih diketati lagi prokesnya.
"Sudah ada juga surat edaran dari Bupati kemarin untuk kegiatan masyarakat kan untuk sementara dibatasi. Itu akan kita sosialisasikan ke masyarakat melalui lurah dan kades untuk kegiatan kegiatan yang menyebabkan kerumunan untuk ditunda," ujar Ajid.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, mengatakan, kasus di rusunawa berawal dari salah satu penghuninya yang terpapar virus Corona, maka dilakukan tracking ke sana. Dari 58 orang yang diswab, ditemukan sembilan orang positif.
"Pada malam harinya, menunggu mereka yang baru pulang dari tempat kerjanya kita lakukan pemeriksaan lagi. Ditemukan satu. Sehingga total ditemukan 11 orang positif di rusunawa," terang dia.