*Bantu Krisis Air Korban Banjir
WONOKERTO - Akibat terlalu lama terendam banjir, warga terdampak banjir mengalami krisis air bersih. Oleh karena itu, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kajen, Kabupaten Pekalongan, terus berupaya membantu warga terdampak banjir dengan memasok air bersih.
Salah satu upayanya, Perumda Tirta Kajen menjalin sinergi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah untuk meminjam 15 tandon air berukuran besar. Satu tandonnya bisa menampung 2.000 liter air. Tandon air ini di antaranya dipasang di depan Masjid Api api, dapur umum Sijambe, Gang Gemi Pisma Bebel, depan musala Bebel, gang Kompak Wonokerto Wetan, dan sebelah timur perempatan BRI Wonokerto Kulon. "Alhamdulillah pinjaman tandon air ke BPPW Jateng direalisasikan sehingga belum lama ini bantuan tersebut langsung ditempatkan di beberapa pos penanganan banjir," ujar Direktur Perumda Tirta Kajen Nur Wachid, kemarin.
Dikatakan, tandon tersebut berfungsi untuk seluruh korban banjir yang membutuhkan air bersih.
"Kami tidak milih-milih, apakah itu pelanggan PDAM atau bukan,'' ujar dia.
Ia mengucapkan terimkasih kepada pihak BPPW Jateng yang secara tidak langsung ikut membantu korban banjir. Sebab dalam kesehariannya yang selalu bertemu dengan genangan air banjir, masyarakat sangat membutuhkan bantuan tersebut. Dengan adanya tandon ukuran besar ini, diharapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.
Selain bantuan tandon, Perumda Tirta Kajen juga kembali menyumbang sembako berupa bahan mentah sempeti beras, mie instan, dan lainnya. Agar tersalur tepat sasaran, bantuan diserahkan ke sejumlah posko mandiri maupun posko BPBD yang ada di sejumlah kecamatan.
GANGGUAN PELAYANAN
Dijelaskan, saat banjir ada sedikit gangguan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kajen ke pelanggan yang ada di Kecamatan Wiradesa. Pada saat banjir besar, listrik di wilayah itu sempat mati cukup lama untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Karena jaringan alat PDAM menggunakan listrik, otomatis penyaluran air bersih ke pelanggan juga ikut mati.
''Kami mohon maaf dengan adanya sedikit gangguan pelayanan seperti ini. Namun demikian, kami sudah berusaha mencari solusi dengan menempatkan genset di daerah tersebut,'' katanya.
Namun untuk sumur-sumur air bersih di Desa Pecakaran, Kecamatan Wonokerto, belum bisa dikirimkan genset. Sebab daerah itu genangan air banjirnya cukup tinggi, sehingga pihaknya kesulitan dalam menempatkan alat tersebut. Dengan demikian, untuk distribusi air bersih di wilayah Wonokerto timur masih terganggu.
Pemasangan tandon air oleh Perumda Tirta Kajen diapresiasi masyarakat terdampak banjir. "Untuk kebutuhan air bersih sampun didrop dan dikasih tower (tandon) seperti di depan masjid dan dapur umum," ujar Subhan, warga Desa Api api. (had)