Laporan Indonesia terkait kecurangan wasit Ahmad Al Kaf sebelumnya diabaikan, sementara permohonan Bahrain langsung ditanggapi dengan serius.
BACA JUGA:Blak-blakan Didepan Media! Ibu Ole Romeny Angkat Suara Bahwa Anaknya Beneran Kelahiran Indonesia
Potensi Pemindahan Venue
Jika AFC memutuskan untuk memindahkan pertandingan ke venue netral, maka Timnas Indonesia akan sangat dirugikan.
Bermain di luar GBK berarti kehilangan dukungan ribuan suporter yang biasanya memberikan semangat besar bagi skuad Garuda.
Sebaliknya, Bahrain akan diuntungkan karena mereka akan terhindar dari tekanan besar suporter Indonesia.
BACA JUGA:Pantesan Protes PSSI Nggak Digubris! Ternyata Malaysia Juga Kuasai AFC Lewat Sekjen
AFC sebelumnya pernah memindahkan pertandingan antara Iran dan Qatar ke tempat netral di Uni Emirat Arab karena alasan keamanan.
Hal tersebut menambah kekhawatiran bahwa permohonan Bahrain juga akan dikabulkan. Oleh karena itu, PSSI harus bekerja keras untuk meyakinkan AFC agar pertandingan tetap digelar di Jakarta.
Serangan Siber Terhadap AFC
Tidak hanya Bahrain, situs resmi AFC juga dilaporkan terkena serangan siber yang membuatnya tidak bisa diakses, terutama di wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Bahrain Mengundurkan Diri Lawan Timnas Indonesia? Ternyata Ini Penyebabnya!
Banyak yang berpendapat bahwa serangan tersebut dilakukan oleh hacker Indonesia yang merasa kesal dengan sikap AFC yang dianggap tidak adil.
Bahkan, ada spekulasi bahwa Kominfo turut memblokir situs AFC karena dianggap berbahaya.
Serangan tersebut mengingatkan pada insiden sebelumnya ketika hacker Indonesia mengubah nama wilayah di Bahrain menjadi "AFC Mafia", sebagai bentuk protes terhadap dugaan kecurangan dalam pertandingan.
BACA JUGA:Curhatan Shin Tae-yong Usai Timnas Indonesia dirampok” di Bahrain dan kalah di China