Sementara, di satu sisi, surutnya debit air di Sungai Loji ini juga menyebabkan tanah yang ada di beberapa titik di bantaran sungai Loji ikut turun. Beberapa sampai amblas. Dampak inilah yang juga nantinya akan dievaluasi.
"Akan kita evaluasi dulu di sepanjang kawasan Sungai Loji ini, karena hasil penurunan elevasi air Sungai Loji ini menurut kami sementara sudah cukup berdampak. Di sekitar permukiman kawasan Loji ini relatif sudah kering semua," katanya.
"Tapi secara desain sebenarnya sudah sesuai dengan kapasitas yang kami butuhkan. Jadi tidak perlu diturunkan lagi (elevasinya). Kalau diturunkan lagi nanti khawatirnya berdampak pada struktur tanahnya, strukturnya jadi tidak aman," sambungnya.
BACA JUGA:Sungai Loji Meluap, Puluhan Rumah di Sampangan Terendam
BACA JUGA:Pembangunan Bendung Gerak Banjir Dukungan
Lebih lanjut, Dani menambahkan bahwa memang tujuan utamanya adalah agar air rob tidak masuk ke Sungai Loji.
"Kemudian, misalkan air dari hulu atau dari hujan atau dari buangan masyarakat masuk ke Loji, diharapkan bisa lancar. Kalau dulu masuk ke Sungai Loji kan pakai pompa. Sekarang sudah tidak perlu, sudah secara gravitasi bisa masuk ke Sungai Loji," imbuhnya.
Sedangkan terkait dengan penanganan sedimentasi, dia menuturkan nantinya diharapkan akan ada kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk pengerukannya.
Sebagai informasi, pembangunan bendung gerak di Sungai Loji ini merupakan bagian dari proyek pengendalian banjir dan rob Sungai Loji-Banger oleh Pemerintah Pusat di Kota Pekalongan.
Merujuk pada laman BBWS Pemali Juana, proyek Pengendalian Banjir dan Rob Sungai Loji-Banger di Kota Pekalongan terdiri dari Paket I, Paket II, dan Paket III, dengan anggaran kurang lebih Rp1,2 triliun, bersumber dari APBN.
Paket I di antaranya pembangunan kolam retensi dan kolam tambat kapal, area pelimpah, rumah pompa, bendung gerak, parapet Sungai Loji, dan bangunan regulator gate.
Pekerjaan Paket I dilakukan kontraktor PT Waskita Karya-Agung (KSO) dengan pendanaan APBN 2021-2024 senilai Rp460,7 miliar.
Paket II di antaranya pekerjaan normalisasi Sungai Banger, pemasangan parapet Sungai Banger, pemasangan parapet dan normalisasi Sungai Mati, pekerjaan tanggul Pantai Slamaran, pekerjaan tanggul Pantai Degayu, pembangunan rumah pompa Seruni, pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Pabean, dan pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Sengkarang-Silempeng.
Pekerjaan Paket II dilakukan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya-Maju (KSO) dengan nilai kontrak Rp282,6 miliar.
Sedangkan Paket III di antaranya berupa pekerjaan tanggul dan long storage Sibulanan (Zona 1,2,3 dan 4), pembangunan rumah pompa Sibulanan, pekerjaan long storage dan rumah pompa Susukan, long storage dan rumah pompa Clumprit, tanggul Sungai Loji, pekerjaan jalan trem Gabus-Susukan serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
Paket III ini dikerjakan oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi-BRP-APTA (KSO) dengan pendanaan APBN 2021-2023 senilai Rp393,6 miliar. (way)