*Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
KAJEN - Polres Pekalongan menggelar kegiatan Vaksinasi Merdeka Candi, Senin (23/08/2021), dengan sasaran pelajar Kota Santri sebagai persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Vaksinasi Merdeka Candi 2021 Polres Pekalongan menyediakan 100 vial atau 1000 Vaksin. Kegiatan kali ini digelar di SMK Muhammadiyah Kajen dan SMAN 1 Kajen dan bekerja sama dengan Tim Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria melalui Kabag Sumda Kompol Guntur Tri Harjani menjelaskan, kegiatan vaksinasi diselenggarakan Polres Pekalongan untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19. "Kegiatan ini dalam rangka memberikan kekebalan tubuh atau herd immunity kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan guna mempercepat program vaksinasi pemerintah," katanya.
Dalam Vaksinasi Merdeka Candi Polres Pekalongan telah menyediakan sejumlah 100 vial di mana pembagiannya 50 vial di SMK Muhammadiyah Kajen, kemudian 50 vial lagi ada di SMA N 1 Kajen Kabupaten Pekalongan. Kompol Guntur berharap meskipun anak-anak sudah menjalani vaksinasi agar tetap melaksanakan protokol kesehatan. Yakni dengan cara rajin menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun. Kemudian mengurangi mobilitas dan tentunya yang paling pokok adalah usai vaksinasi tidur yang cukup kemudian olahraga.
Sementara Kepala SMK Muhammadiyah Kajen, Rustam Aji mengapresiasi program Vaksinasi Merdeka Candi Polres Pekalongan ke pelajar. Dia berharap 500 peserta vaksin ini bisa dipenuhi dan kedepan vaksinasi bisa lebih dari seribu.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres yang sudah membantu sekolah dalam rangka proses vaksinasi. Terutama untuk menjaga tubuh kita supaya virus ini tidak masuk ke dalam tubuh kita. Mudah-mudahan nanti ada penjadwalan lagi untuk anak-anak kami yang belum tervaksinasi walaupun kita ketahui program vaksinasi ini tidak hanya di sekolah, " katanya.
Dikatakan, vaksinasi ini juga sebagai bentuk ikhtiar untuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka. Memasuki level 3 ini SMK Muhamka sudah bisa membuka tatap muka maksimal 50 persen.
Selain vaksinasi kegiatan yang dilakukan oleh sekolah untuk kegiatan tatap muka melengkapi sarana prasarana yang ada di sekolah guna menunjung pelaksanaan program kesehatan. Diantaranya memperbanyak tempat cuci tangan, kemudian juga memperbanyak sabun atau disinfektan. "Pelajaran saat ini diisi oleh maksimal 50 persen dari peserta didik," imbuhnya. (yon)