**PJJ Masih jadi Tantangan
KAJEN - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan masih menjadi tantangan guru di masa pandemi yang belum selesai ini.
Di tengah momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021, guru diminta melakukan instropeksi pelaksanaan PJJ. Pasalnya, di Kabupaten Pekalongan pelaksanaan PJJ menjadi tantangan tersendiri. Seperti tingkat kehadiran siswa dalam PJJ masih sekitar 70 persen.
"Melalui Hardiknas ini saya mengajak semua guru melakukan instropeksi PJJ yang menjadi satu tantangan berat bagi guru yang selama ini mindsetnya sudah bertahun-tahun dengan tatap muka," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh usai menjadi keynote speaker webinar pendidikan dalam rangka peringatan Hardiknas, kemarin. Webinar dilaksanakan Dinas Pendidikan bekerjasama dengan PGRI, dan diikuti 500 peserta.
Dengan adanya pandemi ini, lanjut dia, guru harus mendesain dan merencanakan program pembelajaran jarak jauh. "Ini tentu bukan hal mudah. Karena dalam PJJ ditemui banyak tantangan dan modelnya tentu berbeda dalam keadaan darurat," ungkap dia.
Dari hasil monev, kata dia, masih banyak tantangan PJJ. Tingkat kepesertaan anak yang tidak full. Yakni maksimal 70 persen karena dukungan lingkungan dan orangtua berbeda-beda.
"Termasuk keadaan sinyal, sarana prasarana internet di beberapa lokasi masih blankspot di wilayah pegunungan. Kepemilikan Hp bersama dalam satu keluarga itu juga tantangan tersendiri," terang dia.
Untuk itu, ia mengingatkan para guru untuk terus mau belajar mencari inovasi dan melakukan instropeksi sejauh mana pembelajaran PJJ dilaksanakan. (had)