Deposito adalah atribut investasi yang juga aman secara resiko dan pasti cuan. Mirip dengan tabungan atau rekening, cara kerja dari deposito adalah nasabah menyimpan uang di bank.
Tapi, berbeda dengan tabungan biasa, deposito menjanjikan pertumbuhan nilai dari uang yang disimpan oleh pihak nasabah seiring waktu perjanjian hingga jatuh tempo, kemudian mendapatkan imbal hasil berupa persentase bunga yang diberikan oleh bank.
Lamanya jatuh tempo perjanjian dapat bervariasi sesuai dengan perjanjian. Ada yang satu tahun atau bahkan enam bulan.
Begitu juga dengan bunga yang ditawarkan pun bervariasi. Mulai dari 3% hingga 7% per tahun, Sebagai contoh, ketika menanam modal di produk deposito dengan masa jatuh tempo 6 bulan, kamu tidak diperbolehkan untuk mencairkan dana sampai jangka waktu tersebut tiba.
BACA JUGA:4 Merk Toner Lokal untuk Menghilangkan Flek Hitam Membandel
Jika belum sampai masa jatuh tempo dan kamu memaksa untuk mencairkan dana deposito, terdapat sanksi denda yang harus dibayarkan. Itulah mengapa memilih deposito perlu disesuaikan dengan jangka waktu investasi yang kamu miliki.
Tapi, secara umum, deposito menawarkan aktivitas investasi dengan tingkat risiko yang rendah dan potensi imbal hasil stabil.
Namun, karena dana deposito tidak bisa sewaktu-waktu dicairkan, perbankan menawarkan layanan pinjaman sementara jika investor sedang mengalami kondisi darurat.
Plafon pinjaman dengan agunan deposito biasanya sebesar 60 sampai 90 persen nilai dana depositonya. Dari pemaparan ini, deposito akan lebih optimal untuk investasi jangka panjang.
BACA JUGA:Scroll dan Baca Berita, Langsung Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini Hingga Rp111.000! Begini Caranya
Perbedaanya
Perbedaan mendasar dari investasi emas dan deposito adalah bentuk aset dan tujuannya. Dalam investasi emas, logam mulia emas menjadi bentuk aset yang secara “nyata” dapat anda kuasai atau simpan, dan ketika sewaktu-waktu membutuhkan dalam ‘keadaan darurat’ anda dapat menjualnya.
Berbeda dengan deposito, yang bentuk asetnya “kurang nyata” karena tidak anda kuasai dan memerlukan waktu tempo untuk dapat diambil keuntungan, sesuai dengan perjanjian.
Nilai emas memang cenderung lebih kuat, namun beberapa bank menawarkan persentase keuntungan bunga bank yang dapat menjadi pertimbangan.
Untuk memudahkan membedakan, sekaligus menjadi bahan pertimbangan antara investasi emas dan deposito, perlu untuk membagi 3 kategori
BACA JUGA:Sidak Takjil 2025: Dinkes Kota Pekalongan Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Pewarna Berbahaya
1. Mudah
Dari segi kemudahan investasi deposito akan jauh lebih mudah untuk dilakukan, karena anda hanya perlu membawa aset uang anda dengan nominal tertentu untuk kemudian diserahkan ke bank dengan perjanjian administrasi, yang tentu juga pasti akan dibantu oleh petugas bank dalam prosesnya.