*DLH Terus Upayakan Penghijauan
BATANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang terus berupaya melaksankan penghijauan. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi lahan kritis seluas 80 ribu hektar di empat kecamatan yaitu Bawang, Reban, Blado, dan Kecamatan Bandar.
DLH Batang mencatat, penghijauan yang selama ini dilakukan sudah berhasil menangani 30 hektar lahan kritis. Masih ada sekitar 50 hektar lahan lagi yang perlu dilakukan penanganan.
"80 ribu hektar masuk kategori lahan kritis. Penghijauan dengan tanaman tegakan ada sekitar 30 ribu hektar sudah tertangani. Sementara sisa lahan 50 ribu hektar secara bertahap dilakukan metode demplot," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang, A Handy Hakim usai melakukan penanaman bibit kopi di Desa Deles Kecamatan Bawang, beberapa waktu lalu.
Dejelaskanya, penanaman pohon berkayu keras dan tanaman tegakan untuk mengurangi luasan lahan kritis yang selama ini terus mengancam daerah atas yang menjadi daerah resapan air.
"Secara bertahap kita mulai melakukan penanan di lahan - lahan kritis di daerah atas. Ini kita lakukan karena daerah tangkapan air yang menjadi sumber air bawah tanah kita," ungkapnya.
Ia pun menyebutkan dengan banyaknya kawasan industri dan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan air mengalami peningkatan yang tidak sedikit.
"Oleh karena itu, kalau kita tidak segara tergerak melakukan penghijauan dan melestarikan alam dengan tanaman tegakan di daerah atas, kita takutkan ke depan anak cucu kita kesulitan air bersih" katanya.
Handy pun menyatakan sangat mendukung dengan industrialisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi dengan catatan tidak mengabaikan kelestarian alamnya.
"Perkembangan pesat industri yang ada di bawah harus kita imbangi dengan penghijauan di atas. Kita sangat mendukung investasi tapi juga tetep memelihara kelestarian alam sehingga semua bisa jalan seimbang," katanya.
Ia pun menyebutkan, lahan kritis di daerah atas seperti desa Gerlang Kecamatan Blado dan desa Pranten Kecamatan Bawang, karena ada pradigama maayarakat yang beralih dari tanaman keras atau tegakan menjadi tanaman kentang.
"Dari segi ekonomi memang sangat bagus. Tapi dari sisi lahan sangat mempengaruhi keesuburan dan daya tangkap tanah terhadap air," tukasnya. (nov)