BACA JUGA:Via Online Emang Bisa Jual Beli Saham? Apalagi Modal Kecil? Tentu Bisa!
BACA JUGA:Cara Sukses Trading Saham Harian untuk Pemula: Langkah, Strategi, dan Tips
Dengan kata lain, investor yang terlibat dalam program DRIP biasanya adalah investor jangka panjang sehingga perusahaan tetap bisa mendapatkan aliran modal.
Apa Kekurangan DRIP?
Tidak fleksibel ketika menggunakan DRIP alasanya karena investor yang menggunakan DRIP tidak bisa mengendalikan kapan dan berapa saham yang dibeli.
Tidak adanya jaminan bahwa harga saham akan mengalami peningkatan atau investor akan mendapatkan mendapatkan yang lebih tinggi
Apakah Strategi DRIP itu Sepadan?
Sebagai investor yang menerapkan strategi DRIP untuk mempertimbangkan batasan tertentu walaupun DRIP memiliki banyak manfaat.
BACA JUGA:Daftar Investasi Saham Terbaik Tahun 2025 dari Besarnya Dividen yang Dikeluarkan
BACA JUGA:Ingin Belajar Trading Saham ?, Yuk Cari Tahu Untung Rugi dan Juga Cara Kerjanya
Penggunaan DRIP tidak semua investor dan perusahaan cocok sehingga membatasi saham yang tersedia untuk dikembangkan kembali dengan strategi DRIP.
Selain itu, pajak juga masih berlaku atas dividen yang diinvestasikan kembali melalui DRIP, meskipun investor belum menerima uang tunai secara langsung.
Kemudian, bagi investor yang lebih memilih untuk mengontrol dividennya, investasi DRIP mungkin tidak sejalan dengan tujuan mereka, karena proses yang tidak memungkinkan penggunaan dividen secara bebas.
Contoh DRIP
Perusahaan ABC membayar dividen sebesar Rp 100 per saham dan investor memiliki 100 saham dan memilih untuk menginvestasikan kembali dividen ke dalam saham yang sama.
BACA JUGA:Tips yang Wajib Dicoba! Cara Memilih Saham yang Bagus
BACA JUGA:Ini Dia Cara Membeli Saham di Aplikasi Ajaib!
Investor akan mendapatkan 10 saham tambahan yang sama dengan perhitungan Rp 100 / Rp 10 per saham = 10.
Perusahaan GNS membayar dividen sebesar 5% dari harga saham yang dikeluarkan oleh perusahaan dan investor memiliki 100 saham dengan harga Rp 100 per saham.