RENCANA DIRELOKASI
Pada bulan Juni 2020, warga Simonet diungsikan karena ketinggian banjir rob mencapai 1,4 meter. Biasanya, banjir rob di pedukuhan ini normalnya hanya sekitar 30 cm-40 cm.
Pemkab Pekalongan sendiri sudah mengusulkan relokasi untuk warga Dukuh Simonet. Pasalnya, pemukiman ini kerap terendam rob saat air pasang laut tinggi. Solusi relokasi itu dilontarkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau kondisi wilayah itu, Selasa (2/6/2020).
Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan juga menyatakan siap memerjuangkan rencana relokasi warga Dukuh Simonet.
Wakil Ketua Komisi II Sumar Rosul, menyatakan, DPRD mendorong dan menyepakati upaya Pemkab Pekalongan untuk memindah secara permanen warga Dukuh Simonet ke area perkampungan di Desa Semut. Menurutnya, pemerintah desa telah menyiapkan lahan seluas 1,6 hektare untuk merelokasi warga. Tanah ini merupakan aset desa setempat.
"Penggunaan lahan desa ini telah mendapat persetujuan dari warga setempat. Warga Simonet sendiri juga setuju untuk pindah," kata Sumar.
Menurutnya, bencana rob yang melanda Dukuh Simonet bukan sekedar rob biasa. Namun, kata dia, air pasang dari laut langsung menerjang pemukiman, bukan masuk melalui alur sungai.
"Sehingga jika warga bertahan akan sangat membahayakan. Upaya terbaik ya relokasi," ungkap dia.
**PEREKONOMIAN TERGANGGU
Sumar menambahkan, akibat rob, perekonomian warga di pesisir Pekalongan terganggu akibat area tambak terendam rob. Oleh karena itu, pihaknya akan meminta Bappeda untuk membuat master plan penataan area di sebelah utara dan selatan tanggul.
"Di utara tanggul ada TPI, wisata, perkampungan, dan tambak. Upaya penyelamatannya seperti apa?. Di sebelah selatan tanggul ada tambat labuh, tambak, dan perkampungan, upayanya juga seperti apa," imbuh dia. (had)