**Di Lebakbarang, Akses Terputus, Listrik Padam
LEBAKBARANG - Bencana tanah longsor menghajar beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan diantaranya Kecamatan Lebakbarang. iperkirakan ada 15 lebih lokasi titik longsor. Dan hingga Kamis (20/1/2022), jalur utama menuju kecamatan ini dari arah Karanganyar masih belum bisa dilalui kendaraan.
Pasalnya, ada satu titik longsor besar yang harus dibersihkan dengan alat berat. Padahal, alat berat yang ada, kemarin, masih membuka akses jalur Kroyakan - Petungkriyono.
Bencana longsor yang besar di jalur utama Karanganyar - Lebakbarang ada empat titik. Unsur Forkompincam bersama warga berupaya membersihkan longsoran agar bisa dilalui sepeda motor, kemarin. Sehingga diharapkan akses jalan bisa dibuka. Namun ternyata ada satu titik longsor yang belum bisa dibuka aksesnya.
"Sejak tadi pagi warga bersama unsur TNI, Polri, khususnya dari Koramil dan Polsek Lebakbarang, termasuk saya, terjun di lapangan untuk membersihkan longsoran. Namun satu titik longsor membutuhkan alat berat untuk membuka akses jalan, terletak di atas pertigaan jalan menuju Desa Bantarkulon," terang Camat Lebakbarang, Paijal Imron, kemarin.
Material longsor di titik ini sangat tebal, sekitar 1,5 meter. Ada juga pohon besar melintang di jalan dengan diameter 1,5 meter. Jika tidak dibantu alat berat, akan susah membersihkannya.
"Karena longsoran yang terjadi sejak kemarin sore itu sudah dikoordinasikan dengan pemkab untuk minta alat berat belum bisa dipenuhi sehubungan dengan adanya kendala teknis, maka dari Forkompincam inisiatif mengajak warga untuk membersihkan longsoran dengan target untuk bisa dilalui sepeda motor terlebih dahulu. Ini untuk membuka akses. Kita juga tadi dapat bantuan personel dari BPBD," katanya.
Tiga titik longsor di jalur utama itu sudah bisa dibuka untuk jalur sepeda motor. Namun jalur tersebut belum bisa dilalui karena masih ada satu titik longsor yang skalanya besar.
"Ada pohon besar berdiameter lebih dari 1 meter. Pohon ini melintang jalan di atas pertigaan menuju Bantarkulon. Ini belum bisa dibuka," ungkap dia.
Longsor juga terjadi di beberapa titik di desa. Di antaranya di Desa Bantarkulon, Kapundutan, Sidomulyo, Timbangsari, Depok, Wonosido, dan Tembelanggung.
"Itu banyak, kemungkinan lebih dari 15 titik. Yang terparah adalah yang menimpa salah satu rumah warga di Timbangsari. Saya sudah minta rumah itu untuk dikosongkan," ujar dia.
Selain itu, longsor juga merusak dinding bangunan SD. Yakni di SDN 04 Sidomulyo. "Dari hasil koordinasi dengan korwil pendidikan Lebakbarang, satu SD di Sidomulyo kena longsor dan temboknya jebol. Kondisi gedung masih baru atau belum lama diperbaiki, dan ini terpisah dari gedung-gedung yang lain. Sehingga kerusakan hanya di satu unit ruangan itu saja dan tidak ada kerusakan sarpras yang lain," kata dia.
Kejadian longsor itu terjadi sore hari. Anak-anak tidak ada di tempat dan penjaga sekolah di situ kebetulan tidak di ruangan itu, sehingga tidak ada kerugian jiwa.
"Kerusakannya tembok jebol kena batu besar dan longsoran tanah," tandasnya.
Dari kejadian longsor yang ada, ia bersyukur tidak ada korban jiwa. "Kami sudah mengimbau kepada warga di 11 desa agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi ini, yaitu mewaspadai terhadap curah hujan yang tinggi.