Pinjol sering kali menjebak peminjam dalam siklus utang. Ketika utang di satu aplikasi belum bisa dibayar, peminjam terpaksa meminjam dari aplikasi lain. Begitu seterusnya.
Hal ini bisa membuat seseorang memiliki 5–10 aplikasi pinjaman sekaligus, yang ujungnya menumpuk utang dan membuat hidup kacau.
Gen Z yang belum punya penghasilan tetap atau belum mengelola keuangan dengan baik sangat rentan masuk ke dalam spiral finansial ini.
4. Minimnya Edukasi Keuangan
Salah satu alasan utama Gen Z mudah tergoda pinjol adalah kurangnya literasi finansial. Banyak yang belum memahami pentingnya mengelola keuangan, membuat anggaran, dan menabung.
Bahkan, tidak sedikit yang menganggap pinjaman online adalah cara "normal" untuk memenuhi gaya hidup — padahal itu bisa menjadi awal kehancuran keuangan pribadi.
BACA JUGA:Tabel Angsuran Mandiri 2025: Panduan Lengkap Cek Cicilan Sebelum Ajukan Pinjaman
BACA JUGA:Tabel Angsuran Bank Mandiri Umum: Panduan Lengkap Sebelum Mengajukan Pinjaman
5. Tidak Semua Pinjol Legal
Di luar sana, banyak pinjol yang tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Pinjol ilegal ini tidak diawasi, dan mereka bisa melakukan tindakan tidak etis seperti penagihan kasar, intimidasi, hingga pelecehan data.
Sebelum mengajukan pinjaman, penting banget untuk cek legalitasnya di situs resmi OJK.
6. Dampak Mental dan Emosional
Banyak korban pinjol yang mengalami gangguan mental, mulai dari kecemasan, stres berat, hingga depresi. Tekanan dari penagih, rasa malu, dan beban utang bisa merusak kesehatan jiwa secara serius.
Beberapa kasus ekstrem bahkan berujung pada tindakan bunuh diri, terutama di kalangan muda.
BACA JUGA:Apa Aja Sih Syarat Pinjaman Bank Mandiri Untuk Karyawan? Yuk Simak!
Tips Aman Bagi Gen Z
Ada beberapa tips bagi Gen Z ketika akan mengajukan pinjaman demi untuk kebikannya tersendiri, yaitu sebagai berikut :
- Selalu utamakan menabung daripada berutang. Miliki dana darurat minimal 3 bulan pengeluaran.
- Jangan tergoda gaya hidup konsumtif. Beli sesuatu karena butuh, bukan karena ikut-ikutan.