BACA JUGA:Tabel Angsuran Mandiri 2025: Panduan Lengkap Cek Cicilan Sebelum Ajukan Pinjaman
BACA JUGA:Tabel Angsuran Bank Mandiri Umum: Panduan Lengkap Sebelum Mengajukan Pinjaman
3. Penagihan yang Mengintimidasi
Berbeda dengan lembaga resmi seperti bank, penagihan oleh pinjol ilegal kerap dilakukan dengan cara yang kasar, mengancam, bahkan mempermalukan nasabah di media sosial atau grup WhatsApp.
Ada warga yang diteror pagi, siang, malam, bahkan saat sedang bekerja atau berkumpul bersama keluarga. Gangguan ini tentu berdampak pada kesehatan mental dan ketenangan hidup.
Solusi: Jika sudah terlanjur menjadi korban, laporkan ke Satgas Waspada Investasi atau kantor OJK terdekat.
BACA JUGA:Apa Aja Sih Syarat Pinjaman Bank Mandiri Untuk Karyawan? Yuk Simak!
4. Jeratan Utang Berantai
Satu pinjol belum lunas, kalian cari pinjol lain untuk menutupi cicilan pertama. Lalu cari lagi pinjol ketiga untuk menutupi dua yang sebelumnya. Lama-lama kalian terjebak dalam lingkaran utang yang tidak ada ujungnya.
Fenomena ini sangat sering terjadi, dan banyak korban pinjol yang akhirnya mengalami kebangkrutan pribadi.
Solusi: Jangan gali lubang tutup lubang. Jika benar-benar butuh dana darurat, lebih baik mencari pinjaman melalui koperasi, BUMDes, atau bank resmi dengan bunga ringan.
BACA JUGA:Ini Dia Syarat Pinjaman Bank Mandiri! Sandwich Wajib Tahu!
BACA JUGA:Pinjaman Online Bank Mandiri: Jenis, Cara Ajukan, dan Tips Cair Instan!
5. Kurangnya Edukasi Keuangan
Di banyak daerah, termasuk Pekalongan, literasi keuangan masih jadi tantangan. Banyak warga yang belum memahami cara kerja bunga, cicilan, atau risiko utang. Pinjol pun jadi pilihan karena prosesnya mudah, tanpa mengetahui beban yang harus ditanggung di belakang.
Hal inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku pinjol ilegal untuk menjebak masyarakat yang belum paham aturan.
Solusi: Ikuti pelatihan atau seminar literasi keuangan, ajak keluarga belajar mengelola uang, dan baca informasi dari sumber terpercaya seperti situs OJK.
6. Dampak Sosial dan Psikologis
Korban pinjol tidak hanya rugi secara materi, tetapi juga mengalami tekanan mental dan sosial.