Batang Siap Hadapi Tantangan Fiskal dengan Efisiensi dan Pola Pikir Baru
Bupati Batang Faiz Kurniawan menyerahkan SK kenaikan pangkat ASN di lingkungan Pemkab Batang.-Istimewa -
BATANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten BATANG memasuki tahun 2026 dengan tekad memperkuat kinerja dan efisiensi.
Hal ini ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat memimpin apel perdana sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada sejumlah pegawai, Senin 5 Januari 2026.
Dalam amanatnya, Bupati menyatakan bahwa kenaikan pangkat harus menjadi pendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, bukan sekadar perubahan administratif. "Penghargaan ini harus diikuti dengan peningkatan kinerja, motivasi, dan semangat mengabdi, terutama dalam melayani masyarakat," ujar Faiz.
Tahun 2026 disebutkan akan menjadi periode penuh ujian, terutama menyusul adanya pemotongan transfer dana ke daerah. Bupati mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah menganggap instansi sebagai "rumah bersama" yang harus dijaga kelangsungannya melalui soliditas dan pola pikir baru dalam bekerja.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, 2 Mobil Tertimpa Besi Muatan Trailer, 1 Tewas di Lokasi
"Tantangan seberat apa pun, termasuk tekanan fiskal, akan dapat diatasi jika seluruh penghuni 'rumah' ini bersatu dan kompak," katanya.
Kelola Anggaran Seperti Uang Keluarga
Salah satu fokus utama dalam menghadapi keterbatasan anggaran adalah efektivitas belanja. Bupati meminta seluruh perangkat daerah memperlakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) layaknya mengelola keuangan keluarga, dengan perencanaan matang dan prioritas yang jelas.
Faiz secara khusus menyinggung serapan anggaran yang tidak merata antar-organisasi perangkat daerah (OPD). Capaian serapan tertinggi berada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebesar 97%, sementara Kecamatan Reban mencatatkan serapan terendah, hanya 68,27%.
"Hal seperti ini tidak boleh terulang. OPD dengan serapan rendah akan mendapatkan sanksi. Ini indikasi perencanaan atau eksekusi yang tidak optimal," tegasnya. Ia juga meminta agar penyerapan anggaran tidak terkonsentrasi di akhir tahun yang berisiko menurunkan kualitas program.
Utamakan Dampak, Bukan Penyerapan
Mengakhiri arahan, Bupati menekankan bahwa indikator keberhasilan bukan pada besaran anggaran yang diserap, melainkan pada nilai tambah dan dampaknya bagi masyarakat. Ia menganalogikan penggunaan uang satu juta rupiah yang bisa habis untuk konsumsi atau justru dijadikan investasi berkelanjutan.
"Setiap rupiah APBD harus impactful, memberikan dampak nyata. Contohnya program bimbingan belajar untuk siswa SMA yang membantu mereka masuk PTN. Itu baru bernilai tambah," jelas Faiz.
Dengan semangat "Tahun Terbaik", Pemerintah Kabupaten Batang berkomitmen beralih dari paradigma "menghabiskan anggaran" menjadi "memaksimalkan manfaat" setiap program bagi kesejahteraan warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
