iklan banner Honda atas

Santri Go Digital, UAN PK PPS di Batang Gunakan HP sebagai Media Ujian

Santri Go Digital, UAN PK PPS di Batang Gunakan HP sebagai Media Ujian

Santri Go Digital, UAN PK PPS di Batang Gunakan HP sebagai Media Ujian-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG — Transformasi digital mulai merambah dunia pesantren. Di Kabupaten Batang, ratusan santri kini mengikuti Ujian Akhir Nasional Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (UAN PK PPS) dengan memanfaatkan telepon genggam sebagai media ujian.

Sebanyak 193 santri tingkat wustho terlibat dalam ujian yang berlangsung pada 20 hingga 25 April 2026 di tujuh pondok pesantren. Pelaksanaan ujian menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilakukan di ruang kelas dengan pengawasan guru pendidikan formal setingkat SMP.

Penggunaan HP yang telah disetting khusus menjadi langkah baru dalam pelaksanaan ujian di lingkungan pesantren. Metode ini dinilai sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, sekaligus upaya meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam proses evaluasi pembelajaran.

BACA JUGA:Pemkab Batang Siap Jadikan Lapangan Dracik Kampus Ikon Baru Kota yang Representatif

BACA JUGA:Kolaborasi Gelar FLS3N, SMA SMK MA di Batang Cari Bibit Unggul Bidang Seni

Monitoring pelaksanaan ujian dilakukan oleh Mahrus bersama Pelaksana Harian Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Siswoyo Joyonagoro, pada Jumat (24/4/2026) di sejumlah lokasi penyelenggara.

Pihak Kementerian Agama Kabupaten Batang mengapresiasi keseriusan para santri dalam mengikuti ujian. Selain sebagai alat evaluasi, hasil UAN PK PPS juga menjadi dasar pemetaan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Hasil ujian ini bisa menjadi acuan untuk melanjutkan ke SMA, SMK, MA, maupun ke tingkat Ulya di PK PPS,” ujar Siswoyo.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Ar Roudhoh, KH Sholeh, menyambut positif penerapan ujian berbasis digital tersebut. Menurutnya, inovasi ini menunjukkan bahwa santri tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.

Ia menilai, selain memperkuat pemahaman keagamaan, santri juga perlu dibekali kemampuan teknologi sebagai bekal menghadapi kehidupan di masyarakat.

Melalui pelaksanaan ujian berbasis digital ini, pesantren di Batang menunjukkan kesiapan bertransformasi, memadukan tradisi keilmuan dengan perkembangan teknologi modern. (Nov).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: