iklan banner Honda atas

Investasi Triwulan I 2026 di Batang Tembus Rp3,88 Triliun, Tertinggi se-Jawa Tengah

Investasi Triwulan I 2026 di Batang Tembus Rp3,88 Triliun, Tertinggi se-Jawa Tengah

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Margo Santosa.-Istimewa -

BATANG – Kabupaten BATANG mencatatkan capaian investasi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah pada periode Januari–Maret 2026. Berdasarkan data dari Kementerian investasi dan Hilirisasi/BKPM, total nilai investasi yang masuk mencapai Rp3,88 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang, Margo Santosa, mengungkapkan bahwa realisasi tersebut menempatkan Batang di posisi pertama se-Jawa Tengah untuk triwulan I tahun ini.

"Dari total investasi sebesar Rp3.882.105.000.000, kontribusi utama berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp3,67 triliun, sisanya Rp202,6 miliar merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMD)," jelas Margo saat ditemui di kantornya, Rabu (29/4/2026).

Menurut Margo, lonjakan investasi ini tak terlepas dari iklim usaha yang kondusif di Bumi Alas Roban. Kebijakan perizinan yang dipermudah serta pelayanan prima menjadi kunci utama menarik kepercayaan investor, di bawah kepemimpinan Bupati M. Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono.

BACA JUGA:Catatan DPRD Batang di Balik Persetujuan Sister City Kota Zhijiang, Tenaga Kerja Asing Wajib Transfer Keahlian

BACA JUGA:Jangan Takut Dicap ‘Ambis’, Faelasufa Faiz Ajak Pelajar Batang Berani Kejar Mimpi

KEK dan BIP Jadi Andalan

Margo menambahkan, capaian saat baru awal dari potensi besar yang dimiliki daerah. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang dan Batang Industrial Park (BIP) dirancang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi.

"Jika potensi hingga Rp18 triliun dapat terealisasi penuh, maka dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Batang akan sangat signifikan," tegasnya.

Pemerintah daerah pun tidak berpuas diri. Saat ini, DPMPTSP terus melakukan pendekatan intensif kepada investor untuk merealisasikan investasi yang belum terlaksana.

Fokusnya meliputi koordinasi lintas sektor, penyederhanaan izin, dan percepatan infrastruktur pendukung di lapangan.

Insentif Baru Disiapkan

Untuk semakin menarik minat investor, Pemerintah Kabupaten Batang tengah menyusun peraturan bupati (Perbup) mengenai petunjuk teknis pemberian insentif dan kemudahan investasi. Regulasi ini merupakan turunan dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025.

Margo optimistis target realisasi investasi berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebesar Rp7 triliun hingga akhir tahun dapat tercapai, bahkan dilampaui.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait