Lomba Masak Ikan Warnai Festival Gemarikan di Batang, Wabup: Kandungan Gizinya Tinggi
Wabup Suyono saat meninjau peserta lomba masak ikan.-istimewa -
BATANG - Pemerintah Kabupaten BATANG menggelar Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di halaman Pendopo Kabupaten BATANG, Kamis (30/4/2026).
Rangkaian acara yang salah satunya berupa lomba memasak berbahan baku ikan ini menjadi ajang edukasi gizi sekaligus penguatan sektor kelautan daerah.
Kegiatan yang diprakarsai Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang tersebut menghadirkan kompetisi olahan ikan dari 25 tim kategori umum. Masing-masing tim beranggotakan dua orang yang tersebar dari berbagai wilayah di Batang.
Tak hanya itu, 15 tim dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) se-Kabupaten Batang juga turut meramaikan ajang ini.
BACA JUGA:FABA Limbah PLTU Batang Disulap Menjadi Rumah Ikan, Hiu Paus dan Lumba-lumba Muncul
Pembiayaan festival bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang, dengan dukungan sejumlah pihak termasuk PT Bhimasena Power Indonesia.
Dorong Konsumsi Ikan Demi Cegah Stunting
Wakil Bupati Batang Suyono menyampaikan bahwa festival ini menjadi momen strategis untuk mengubah kebiasaan konsumsi protein hewani masyarakat.
Menurutnya, ikan kaya akan asam lemak omega-3 dan protein yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting.
"Ikan itu kandungan gizinya tinggi. Protein dan omega-3 sangat baik untuk tubuh. Harus mulai menjadi konsumsi sehari-hari," ujar Suyono di sela-sela acara.
Wabup Suyono pun menceritakan pengalamannya selama berada di Sulawesi, di mana masyarakat setempat menjadikan ikan sebagai menu utama dari pagi hingga malam.
"Pagi, siang, malam makan ikan. Itu sudah kebiasaan dan berdampak positif bagi kesehatan. Nah, ini yang ingin kami dorong di Batang," imbuhnya.
Targetkan Inovasi Olahan dan Kenaikan Konsumsi Ikan Lokal
Kepala Dislutkan Kabupaten Batang, Budi Santoso, memaparkan sejumlah target dari Festival Gemarikan tahun ini. Antara lain, peningkatan kesadaran masyarakat akan manfaat ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak, serta dorongan inovasi resep berbasis ikan.
"Kami juga ingin mengasah keterampilan memasak dari bahan baku ikan lokal, memperkenalkan produk olahan perikanan, sekaligus mendukung program penurunan angka stunting dan perbaikan gizi masyarakat," jelas Budi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
