iklan banner Honda atas

Nelayan Batang Bergerak, Minta Pemerintah Turunkan Harga Solar Nonsubsidi yang Naik 4 Kali Lipat

Nelayan Batang Bergerak, Minta Pemerintah Turunkan Harga Solar Nonsubsidi yang Naik 4 Kali Lipat

Sejumlah nelayan memasang spydi gedung DPRD Kabupaten Batang untuk meminta agar pemerintah menurunkan harga solar nonsubsidi.-Dony Widyo -

BATANG - Puluhan nelayan bergerak menggelar aksi di gedung DPRD dan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten BATANG untuk meminta pemerintah menurunkan harga solar nonsubsidi yang naik empat kali lipat, khususnya untuk kapal di atas 30 Gros Ton (GT).

Tuntutan tersebut disampaikan, mengingat saat ini kapal dengan kapasitas di atas 30 GT harus membeli BBM jenis solar nonsubsidi yang harganya melambung.

Koordinator aksi Diharnoko mengungkapkan, akibat kenaikan harga solar nonsubsidi sejak beberapa waktu lalu, membuat biaya perbekalan kapal 30 GT ke atas menjadi membengkak.

"Harga BBM solar nonsubsidi mencapai 4 kali lipat kini dengan kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu per liter. Karena itulah, kami minta Presiden Prabowo bisa memberikan harga solar nonsubsidi khusus nelayan," ungkap Diharnoko disela-sela aksi di gedung DPRD Kabupaten Batang, Senin 4 Mei 2026.

BACA JUGA:Ribuan Anak di Batang Putus Sekolah, Bupati Siapkan Program Paket C dan Lomba Antar Desa

BACA JUGA:Lomba Masak Ikan Warnai Festival Gemarikan di Batang, Wabup: Kandungan Gizinya Tinggi

Diharnoko menjelaskan, akibat melambungnya harga BBM bersubsidi, saat ini banyak kapal 30 GT ke atas yang tidak bisa melaut. Karena itulah, meminta agar pemerintah menurunkan harga sesuai dengan kemampuan perikanan tangkap.

"Dengan banyaknya kapal yang tidak melaut, akibatnya banyak juga nelayan yang menjadi anak buah kapal (ABK) tidak mendapat penghasilan. Padahal mereka harus menghidupi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," terangnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang, Teguh Tarmujo menambahkan, kondisi usaha nelayan sedang tidak baik-baik saja. Hal itu karena kenaikan harga BBM yang mencekik nelayan.

"Kami hadir untuk perjuangan nelayan. Mari kita suara bersama bahwa pada hari ini mengalami kondisi usaha kondisi nelayan sedang tidak baik-baik saja karena BBM naik tidak bisa lagi kami beli," kata Teguh Tarmujo.

Oleh karena itu ia meminta agar ada kebijakan khusus untuk harga solar nonsubsidi bisa dikisaran Rp 10 ribu.

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Hj Junaenah mengaku bahwa pihaknya mendukung perjuangan para nelayan agar bisa mendapatkan harga BBM bersubsidi yang lebih terjangkau bagi usaha perikanan.

"Kita mendukung perjuangan nelayan, dan berharap pemerintah pusat bisa mendengar aspirasi yang disampaikan, salah satunya dengan menetapkan harga solar nonsubsidi khusus nelayan," tandas Junaenah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait