Lomba Bertutur Disperpuska Batang 2026 Jadi Strategi Tekan Krisis Literasi Anak
TAMPIL - Perwakilan Lomba Bertutur dari MIN 2 Batang saat mengikuti Lomba di Disperpuska Batang. -Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Lomba Bertutur yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Kabupaten Batang tahun 2026 tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah strategis menghadapi tantangan rendahnya minat baca anak di era digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Mei 2026 di halaman Disperpuska Batang ini diikuti sebanyak 51 peserta dari berbagai kecamatan. Rinciannya, 48 peserta berasal dari SD negeri dan 3 peserta dari Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Para peserta tampil membawakan cerita rakyat dengan penuh ekspresi dan kreativitas. Lomba ini sekaligus menjadi media edukatif untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta memperkuat keterikatan anak dengan budaya lokal.
Kepala Disperpuska Batang, Budiono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan besar di bidang literasi, terutama di tengah gempuran teknologi dan penggunaan gawai pada anak.
“Di tengah derasnya arus digital, minat baca anak perlu terus diperkuat dengan pendekatan yang menarik. Lomba bertutur ini menjadi salah satu cara agar anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan menyampaikan kembali isi bacaan,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan bertutur juga penting sebagai bekal komunikasi anak di masa depan, sekaligus membentuk karakter yang percaya diri dan berwawasan.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi strategi membangun generasi yang literat, komunikatif, dan tetap mencintai budaya lokal di tengah perubahan zaman,” tambahnya.
Selain meningkatkan literasi, lomba ini juga menjadi sarana seleksi untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Batang ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB, meliputi registrasi peserta, penampilan seni, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan, pembacaan doa, hingga sambutan dari Bunda Literasi Kabupaten Batang.
Total peserta dan tamu undangan yang hadir mencapai sekitar 100 orang, terdiri dari unsur pemerintah daerah, pegiat literasi, pendamping, serta peserta lomba.
Kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Program Pengembangan Perpustakaan Daerah Tahun 2026 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Melalui lomba bertutur ini, Disperpuska Batang berharap dapat memperkuat budaya literasi sejak dini sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi tantangan krisis literasi dan pergeseran budaya di era digital.
Bunda Literasi Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan mengapresiasi antusias seluruh peserta. Menurutnya penting untuk mengikuti kompetisi, agar menumbuhkan percaya diri dan menambah pengalaman.
"Kalau ada lomba ikut aja. Bukan untuk cari piala, tetapi untuk melatih kepercayaan diri. Kalau gagal nggak papa coba lagi ketika siap," harapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
