Batang Siapkan Rp30 Miliar untuk Kembangkan 5 Destinasi Wisata Prioritas 2027
Wisata Curug Genting Blado Batang (Dok 2018)-Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADAR PEKALONGAN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan anggaran Rp30 miliar untuk mengembangkan lima destinasi wisata prioritas pada 2027.
Lima destinasi yang masuk dalam prioritas tersebut yakni Sigandu, Bandar Ecopark, Pagilaran, Puncak Tombo, dan Curug Genting.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengatakan pengembangan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik. Pemkab juga menyiapkan penataan kawasan, penguatan promosi hingga penyelenggaraan event untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
"Kalau kami yang kami kelola, untuk revitalisasi itu kita ada Rp25 miliar. Untuk pembuatan event-nya, kita ada Rp5 miliar," kata Ulul Azmi, Rabu 29 Juli 2026.
Dari total anggaran tersebut, Rp25 miliar dialokasikan untuk revitalisasi destinasi. Sedangkan Rp5 miliar lainnya disiapkan untuk penyelenggaraan event pariwisata.
Pengembangan setiap destinasi akan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki. Pemkab tidak menerapkan konsep yang sama untuk seluruh objek wisata.
Di Sigandu, misalnya, pemerintah menyiapkan konsep mangrove park. Kawasan mangrove milik Pemkab Batang yang berada di sekitar pertigaan menuju Pantai Sigandu akan ditata menjadi destinasi wisata alam.
Rencananya, kawasan tersebut dilengkapi jembatan kayu untuk menyusuri mangrove. Pemkab juga menyiapkan panggung kecil untuk menikmati panorama laut.
Tidak hanya siang hari, kawasan mangrove tersebut nantinya juga akan dilengkapi pencahayaan sehingga dapat dinikmati pada malam hari.
Kawasan mangrove itu sebelumnya telah ditanami bersama komunitas mangrove. Pengembangannya diharapkan membuat Sigandu memiliki pilihan aktivitas wisata selain menikmati kawasan pantai.
Sementara Bandar Ecopark akan direvitalisasi sebagai destinasi wisata rekreasi. Pembenahan akan menyasar fasilitas kolam hingga kawasan UMKM di sekitar objek wisata.
Fasilitas permainan anak menjadi salah satu bagian yang akan diperbaiki. Sejumlah fasilitas seperti wahana permainan, perosotan dan lantai dinilai membutuhkan pembenahan.
Kolam besar juga akan mendapat perhatian. Pemkab menemukan bagian saluran pembuangan air yang mengalami ambles sehingga perlu diperbaiki.
Meski direvitalisasi, Bandar Ecopark tetap dipertahankan sebagai destinasi rekreasi, bukan kolam untuk olahraga prestasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

