Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.710 KPR Subsidi Rp880 Miliar di Batang

Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.710 KPR Subsidi Rp880 Miliar di Batang

Presiden Prabowo Subianto secara simbolis menyerahkan kunci rumah pada debitur KPR subsidi pada acara akad massal 62.710 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side-Istimewa -

BATANG - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan akad massal 62.710 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten BATANG, Kamis (30/7/2026).

Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.

Dalam seremoni tersebut, Presiden secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada 200 penerima manfaat yang hadir sebagai perwakilan dari total puluhan ribu penerima KPR subsidi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Seluruh data penerima telah terverifikasi lengkap mencakup identitas, pekerjaan, bank penyalur, skema angsuran, hingga jangka waktu pembiayaan.

BACA JUGA:Batang Bersiap Sambut Kunjungan Presiden Prabowo untuk Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi

BACA JUGA:PT Bhimasena Power Indonesia Raih Penghargaan LKPM Kategori PMA dari Pemkab Batang

"Ini baru perwakilan dari 200 orang. Seluruh data penerima sudah kami siapkan secara komprehensif," ujar Presiden Prabowo di hadapan para penerima manfaat dan jajaran pejabat terkait.

Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas program penyediaan rumah rakyat melalui beragam inovasi pembiayaan dan sinergi lintas sektor. Menurutnya, jangkauan program harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru negeri.

"Kita harus menjangkau seluruh warga Indonesia di mana pun berada. Karena itu, kita terus bekerja keras dan mencari cara-cara baru agar jumlah rumah yang dapat dinikmati masyarakat semakin banyak," tegasnya.

Prabowo mengakui bahwa capaian pembangunan perumahan saat ini telah menunjukkan kemajuan membanggakan, namun pemerintah tetap menyadari tingginya kebutuhan hunian masyarakat yang masih belum terpenuhi secara optimal.

Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan swasta sebagai kekuatan utama dalam percepatan penyediaan rumah layak huni. Semangat gotong royong ini, menurut Presiden, merupakan implementasi nyata dari konsep Indonesia Incorporated.

"Ini yang kami maksud dengan Indonesia Incorporated, yaitu semangat bergotong royong membangun bersama. Semua pihak berkontribusi agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah yang layak," ungkapnya.

Presiden juga mendorong pengembangan inovasi dalam sektor perumahan dengan mempelajari praktik terbaik dari berbagai negara. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk belajar dan berinovasi guna mempercepat pencapaian target penyediaan rumah bagi masyarakat.

"Kita tidak boleh malu belajar dari negara lain. Dengan keberanian berinovasi, belajar, dan melakukan terobosan, saya yakin Indonesia mampu mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat," imbuhnya.

Dampak Ekonomi bagi Pengembang Lokal

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait