Rayakan HUT ke-23, SMAN 1 Gringsing Komitmen Jaga Eksistensi Budaya Lokal di Tengah Gempuran Industri
Rayakan HUT ke-23, SMAN 1 Gringsing Komitmen Jaga Eksistensi Budaya Lokal di Tengah Gempuran Industri -Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-
BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Delapan Barongan Singo Gringsing menjadi pusat perhatian dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 SMA Negeri 1 Gringsing (SMAN 1 Gringsing), Kamis (30/7/2026). Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di wilayah timur Kabupaten Batang, sekolah ini menunjukkan komitmennya menjaga budaya lokal dengan melibatkan para siswa sebagai pelaku utama seni tradisional.
Penampilan Tari Singo Barong yang dimainkan delapan Barongan Gringsing sukses memukau warga sekolah, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir. Iringan musik tradisional berpadu dengan atraksi para siswa menciptakan suasana meriah, sekaligus menjadi bukti bahwa budaya daerah tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi dan industrialisasi.
Perayaan HUT ke-23 SMAN 1 Gringsing mengusung tema "Tambah Jaya, Harmonis, Berprestasi, Mencetak Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045." Selain pentas seni budaya, sekolah juga menggelar pemotongan tumpeng, serta bazar kewirausahaan, dan rangkaian acara lainnya.
Kepala SMAN 1 Gringsing, Ari Diah Pramesti, mengatakan sekolah ingin membentuk generasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan jati diri sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kekayaan budaya.
"Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan siap menghadapi tantangan era industri, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlakul karimah, serta bangga terhadap budaya daerah. Pelestarian Barongan menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas peserta didik," ujar Ari.
Menurutnya, keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kecamatan Gringsing menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Karena itu, sekolah terus berupaya menyeimbangkan penguatan kompetensi akademik, karakter, dan pelestarian budaya lokal agar para lulusan mampu bersaing tanpa kehilangan identitasnya.
Humas SMAN 1 Gringsing, Firdaus, menambahkan bahwa Barongan merupakan salah satu kesenian yang sangat melekat dengan identitas masyarakat Gringsing. Karena itu, sekolah secara rutin memberikan ruang kepada siswa untuk mengenal sekaligus memainkan kesenian tersebut.
"Gringsing sangat identik dengan kesenian Barongan, salah satunya Tari Singo Barong yang berpasangan dengan Tari Batik Gringsing dan Simo Gringsing. Pada parade seni kali ini ada delapan Barongan Gringsing yang dimainkan langsung oleh anak-anak. Ini menjadi sarana efektif untuk membangun karakter sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah," kata Firdaus.
Selain menjadi hiburan, lanjut Firdaus, penampilan seni tradisional juga menjadi media pembelajaran agar siswa memahami pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Tak hanya menampilkan kesenian tradisional, SMAN 1 Gringsing juga menghadirkan bazar kewirausahaan yang diikuti para siswa. Berbagai produk hasil karya mereka dipasarkan sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan sekaligus melatih kreativitas dan kemandirian.
Melalui perpaduan antara pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan jiwa kewirausahaan, SMAN 1 Gringsing berharap mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif menghadapi perkembangan industri, namun tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas masyarakat Batang. (Nov)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

