Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028, Bupati Faiz Siapkan Feeder Terintegrasi ke KITB

Trans Jateng Dipastikan Beroperasi di Batang pada 2028, Bupati Faiz Siapkan Feeder Terintegrasi ke KITB

Bupati Batang Faiz Kurniawan mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyiapkan Feeder Terintegrasi ke KITB sambil menunggu pembukaan jalur Trans Jateng ke wilayahnya.-Dony Widyo -

BATANG – Kabar gembira datang bagi warga Kabupaten BATANG. Layanan angkutan massal Trans Jateng dipastikan mulai melayani masyarakat di wilayah tersebut pada tahun 2028, setelah sebelumnya BATANG tidak masuk dalam peta perluasan layanan bus cepat ini.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, saat ditemui di Aula Pemkab Batang, Senin (3/8/2026). Menurutnya, kehadiran Trans Jateng merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan sistem transportasi publik di Kabupaten Batang.

Bupati Faiz mengungkapkan bahwa usulan untuk menghadirkan Trans Jateng di Batang sebenarnya telah diajukan sejak lama, namun kabupaten tersebut belum masuk dalam prioritas pengembangan.

Barulah setelah Pemkab Batang menginisiasi skema pembiayaan inovatif melalui program smart financing di bawah naungan APJC, pemerintah provinsi memberikan jaminan bahwa Batang akan menjadi bagian dari koridor layanan Trans Jateng pada 2028.

BACA JUGA:Hambatan Administrasi Teratasi, Seleksi Dua Jabatan Strategis di Pemkab Batang Lanjut ke Tahap Assessment

BACA JUGA:Bupati Batang Sebut Program BSPS dan KUR Perumahan Putar Roda Ekonomi Masyarakat

"Tahun ini sudah masuk tahap kajian, kemudian 2027 dilakukan persiapan, dan insyaallah 2028 Trans Jateng sudah mulai beroperasi di Batang," ujar pria yang hari ini genap berusia 35 tahun kepada awak media.

Kehadiran bus cepat ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk saat para pekerja menuju kawasan industri.

Selain itu, layanan ini juga ditargetkan mampu menekan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi serta mengurangi beban kemacetan di ruas-ruas jalan utama.

Sebagai langkah pendukung, Pemkab Batang akan menyiapkan jalur penghubung atau feeder yang menghubungkan Terminal Gringsing dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pemerintah daerah juga berencana membangun akses khusus—yang disebut sodetan—untuk memperlancar mobilitas pekerja dari terminal menuju kawasan industri.

"Harapannya masyarakat beralih ke transportasi publik. Dari Terminal Gringsing nanti disiapkan feeder masuk ke KITB melalui sodetan yang akan dibangun, sehingga distribusi kendaraan tidak lagi bertumpuk di jalur yang selama ini padat," jelas Bupati Faiz.

Selama ini, konsentrasi arus kendaraan menuju KITB terkonsentrasi melalui jalur Banyuputih–Kedawung, yang kerap menimbulkan kepadatan panjang.

Dengan integrasi antara Trans Jateng dan feeder tersebut, beban lalu lintas di ruas jalan utama diharapkan terbagi lebih merata dan kepadatan dapat ditekan secara signifikan.

BACA JUGA:Bupati Batang Tegaskan LP2B Tetap Dipertahankan di Atas 87 Persen di Tengah Industrialisasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait