Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Orang Tua Ungkap Perubahan Anak Setelah Ikut Sak Minggu Sak Buku, dari Berani Bertanya hingga Mandiri

Orang Tua Ungkap Perubahan Anak Setelah Ikut Sak Minggu Sak Buku, dari Berani Bertanya hingga Mandiri

Bunda Literasi dan Bunda PAUD Batang, Faelasufa saat membacakan buku untuk pelajar TK Negeri Pembina Warungasem -Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Gagasan Program Sak Minggu Sak Buku yang diinisiasi Bunda Literasi Kabupaten Batang, Faelasufa M. Faiz Kurniawan, mulai menunjukkan dampak positif bagi anak-anak usia dini. Program yang telah diluncurkan oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan beberapa waktu lalu itu kini diterapkan di berbagai satuan pendidikan, salah satunya di TK Negeri Pembina Warungasem.

Melalui program tersebut, setiap anak membawa pulang satu buku bacaan setiap pekan untuk dibaca bersama orang tua di rumah. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi sejak dini sekaligus mempererat keterlibatan keluarga dalam proses belajar anak.

Guru Kelas B3 TK Negeri Pembina Warungasem, Indah Lestari, mengatakan Program Sak Minggu Sak Buku memberikan ruang bagi anak untuk belajar tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah bersama orang tua.

"Selama program berjalan, kami melihat anak-anak semakin antusias saat kegiatan bercerita di kelas. Mereka lebih percaya diri menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca bersama orang tua, berani bertanya ketika menemukan hal baru, serta mulai menyampaikan pendapat dengan bahasa yang lebih baik," ujarnya.

Menurut Indah, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Namun, secara umum guru melihat adanya peningkatan kemampuan berkomunikasi, bertambahnya kosakata, serta pemahaman anak terhadap isi cerita.

"Yang paling membahagiakan adalah ketika nilai-nilai dalam buku mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada anak yang mulai lebih mandiri, lebih bertanggung jawab, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Artinya, buku bukan hanya menjadi sarana membaca, tetapi juga media membangun karakter," tuturnya.

Hal tersebut juga dirasakan para wali murid. Fitri, ibu dari Cahya, mengaku putranya mengalami perkembangan yang cukup signifikan sejak mengikuti Program Sak Minggu Sak Buku.

"Alhamdulillah, Cahya mulai berusaha mengeja kembali setiap kalimat yang dibacakan. Intonasi suaranya semakin baik dan kosakatanya berkembang dengan sangat baik," katanya.

Menurut Fitri, putranya kini mulai mampu memahami isi cerita, mengenali alur dan tokoh, serta semakin aktif bertanya ketika menemukan kata-kata baru.

"Ia sekarang kritis, sering bertanya tentang kata-kata baru yang belum dipahami. Cahya juga mulai bisa memahami pesan moral dalam cerita dan mengerti perasaan tokoh. Buku cerita menjadi hiburan yang menyenangkan dan sering meminta dibacakan berulang kali. Program ini sangat mendukung perkembangan anak," ungkapnya.

Testimoni serupa disampaikan Widya, ibu dari Rere. Ia menilai Program Sak Minggu Sak Buku tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa anak, tetapi juga membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

"Setelah ada Program Sak Minggu Sak Buku, Alhamdulillah sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan olah kata anak saya. Anak juga mulai menerapkan apa yang sudah dibaca dalam kegiatan sehari-hari," ujarnya.

Widya menuturkan, pekan lalu anaknya mendapat buku bertema tanggung jawab dan kemandirian. Sejak membaca buku tersebut, anaknya mulai terbiasa memakai baju sendiri serta merapikan mainan setelah digunakan.

"Menurut saya sebagai orang tua, program ini sangat berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak-anak. Nilai-nilai dalam buku tidak hanya dipahami, tetapi juga mulai dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Melalui kolaborasi antara sekolah dan orang tua, Program Sak Minggu Sak Buku diharapkan mampu membangun budaya membaca sejak usia dini sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal anak dalam kehidupan sehari-hari. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait