Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Dana MBG Jangan Bocor ke Luar Daerah, Wabup Batang Minta UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama

Dana MBG Jangan Bocor ke Luar Daerah, Wabup Batang Minta UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama

SAMBUTAN - Wakil Bupati Batang saat memberikan sambutan dalam Rakor Mitra SPPG di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa 4 Agustus 2026. -Radar Pekalongan/Novia Rochmawati-

BATANG, RADARPEKALONGAN.CO.ID  – Wakil Bupati Batang Suyono mengingatkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, ia meminta seluruh penyedia bahan baku memprioritaskan produk dari Kabupaten Batang.

Menurut Suyono, besarnya anggaran yang berputar dalam program nasional tersebut harus memberi dampak langsung bagi petani, peternak, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM lokal. Pembelian bahan pangan dari luar daerah hanya dilakukan apabila kebutuhan di Batang benar-benar tidak dapat dipenuhi.

"Jangan beli di luar. Beli di dalam Kabupaten Batang dulu. Kalau memang pasokan di Batang tidak cukup, baru mengambil dari luar daerah. Mari kita rawat circle ekonomi kita sendiri," tegas Wakil Bupati Batang, Suyono Selasa 4 Agustus 2026. 

Ia menilai keterlibatan pemasok lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi MBG tidak keluar dari Kabupaten Batang. Dengan demikian, uang yang beredar melalui program tersebut dapat dinikmati masyarakat setempat.

Selain mendorong penggunaan komoditas lokal, Suyono juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan pangan. Ia meminta penyedia tidak hanya mengejar harga murah, tetapi memastikan bahan makanan yang diberikan kepada siswa tetap segar dan layak konsumsi.

Menurutnya, penyesuaian ukuran bahan pangan juga perlu dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan anak-anak sekolah. Sebagai contoh, penggunaan telur berukuran sedang dinilai lebih efektif dibanding ukuran besar karena lebih sesuai dengan porsi konsumsi siswa dan mengurangi potensi makanan terbuang.

"Lebih baik ukurannya pas, kandungan gizinya tetap sama, dan telurnya segar. Jangan tergiur harga murah tetapi barangnya sudah mendekati kedaluwarsa atau kualitasnya kurang baik. Kasihan anak-anak," ujarnya.»

Suyono juga meminta kebutuhan daging ayam, ikan, sayuran, hingga beras diserap dari petani dan pedagang lokal. Ia berharap penunjukan pemasok tidak terpusat pada satu kelompok usaha saja, melainkan dibagi secara merata agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Menurutnya, pemerataan pemasok penting untuk menghindari kecemburuan sosial sekaligus menjaga keberlangsungan usaha kecil yang menjadi bagian dari rantai pasok MBG.

Dalam penyusunan menu, ia menyarankan komposisi gizi disesuaikan dengan ketersediaan komoditas lokal. Menu telur dan ayam dapat diberikan masing-masing dua kali dalam sepekan, sementara ikan, sayuran, buah, dan beras diutamakan berasal dari hasil produksi Kabupaten Batang.

Berlatar belakang sebagai pelaku usaha, Suyono juga mengingatkan agar seluruh mitra MBG menerapkan prinsip bisnis yang sehat. Ia menilai keuntungan merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh berlebihan dengan memanfaatkan program pemerintah.

"Yang penting untung, jangan rugi. Tapi untungnya juga jangan berlebihan. Kita ingin pengelolanya jalan, pedagangnya jalan, petaninya juga ikut merasakan manfaat," katanya.»

Ia mengajak seluruh pihak menjalankan program MBG secara bertanggung jawab sehingga manfaatnya tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga memperkuat perekonomian masyarakat Batang. (Nov)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait