Dirgahayu Batang Atas
iklan banner Honda atas

Menteri Wihaji Cek Program MBG, SPPG Diminta Pertahankan Kualitas

Menteri Wihaji Cek Program MBG, SPPG Diminta Pertahankan Kualitas

--

“Ini tidak bisa dibiarkan. Ini soal kualitas generasi ke depan,” tegasnya.

Wihaji menekankan, penanganan stunting dan distribusi MBG tidak bisa dibebankan pada satu kementerian saja. Pemerintah pusat, daerah, hingga berbagai sektor harus bergerak bersama.

Skema yang digunakan adalah pendekatan pentahelix—melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

“Yang paling tahu kondisi daerah itu kepala daerah. Karena itu semua harus terlibat, tidak bisa jalan sendiri,” katanya.

Di lapangan, distribusi MBG untuk kelompok 3B dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK). Mereka tidak hanya mengantar makanan, tetapi juga mengedukasi penerima manfaat.

Menariknya, insentif yang diterima TPK tergolong minim, sekitar Rp1.000 per paket distribusi. Meski begitu, mereka tetap menjadi ujung tombak program.

“Mereka yang tahu langsung kondisi di lapangan. Sekaligus mengevaluasi dan memberi edukasi ke keluarga,” jelas Wihaji.

Di akhir kunjungannya, Wihaji mengingatkan satu hal krusial: program sebesar ini tidak akan berhasil tanpa pengawasan ketat.

Ia bahkan mengajak media untuk ikut mengawasi jalannya program agar tetap berada di jalur yang benar.

“Program tanpa kontrol pasti gagal. Karena itu kita awasi bersama,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: