Banner Iklan BYD
banner honda Juli 2026

Jateng Tawarkan Soloraya ke Investor AS sebagai lokasi Pengembangan Fasilitas Waste to Fuel

Jateng Tawarkan Soloraya ke Investor AS sebagai lokasi Pengembangan Fasilitas Waste to Fuel

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan perwakilan E3i, Medhat Omran, di kantornya, Senin, 3 Agustus 2026.-Istimewa -

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan kawasan Soloraya sebagai lokasi pengembangan fasilitas Waste to Fuel kepada Energy Three International (E3i), perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat. Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pengolahan sampah di wilayah Soloraya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Karena itu, Pemprov Jateng terus mendorong masuknya investasi dan teknologi pengolahan limbah untuk mempercepat penanganan sampah di kawasan aglomerasi tersebut.

“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” katanya saat menerima kunjungan perwakilan E3i, Medhat Omran, di kantornya, Senin, 3 Agustus 2026.

Sebagai informasi, kawasan Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah per hari. Namun, timbulan sampah tersebut belum seluruhnya dapat tertangani. Untuk itu, Jawa Tengah mendorong pengembangan fasilitas Waste to Fuel di kawasan Soloraya dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari.

BACA JUGA:Pastikan Pelayanan Publik Normal, Pemprov Jateng Tunjuk Nurkholes Jadi Plt Bupati Pemalang

BACA JUGA:Bus Trans Jateng Ruas Magelang-Temanggung Beroperasi 2027, Jepara-Pati 2028

Fasilitas tersebut diproyeksikan melayani wilayah aglomerasi Soloraya yang meliputi Kota Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

“Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru, sampah lama masih dicarikan investor,” ujar Luthfi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmika menjelaskan, rencana tersebut sejalan dengan kebijakan Gubernur Ahmad Luthfi untuk mewujudkan Jawa Tengah zero sampah pada 2028.

Menurutnya, E3i diarahkan untuk mengembangkan fasilitas Waste to Fuel di wilayah Soloraya. Lokasi yang disiapkan berada di Boyolali, dengan kebutuhan lahan sekitar 25 hektare dan saat ini telah tersedia sekitar 20 hektare.

“Soloraya itu sampahnya di atas 1.000 ton per hari. Investor ini masuk untuk Waste to Fuel. Nanti tempatnya di Boyolali, sudah ada lahan 20 hektare dari kebutuhan 25 hektare,” jelasnya.

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, mengatakan Energy Three International merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi. Pihaknya berharap dapat membawa proyek tersebut ke Soloraya untuk membantu mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan sumber energi.

“Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kita menggunakan teknologi baru dengan zero emission. Jadi, ini ramah lingkungan,” katanya.

Medhat mengatakan, pengembangan fasilitas pengolahan limbah tersebut juga berpotensi menempatkan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dalam peta pengembangan energi hijau dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait