iklan banner Honda atas

Kurangi Antrean, RSUD Kraton Manfaatkan Pelayanan ''Santri''

Kurangi Antrean, RSUD Kraton Manfaatkan Pelayanan ''Santri''

--

RADARPEKALONGAN.CO.ID - Untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan terus berinovasi. Salah satu inovasi yakni pelayanan farmasi Siap Antar Obat Tanpa Antri (Santri). 

Direktur RSUD Kraton, dr Henny Rosita menyampaikan bahwa layanan ini menjadi terobosan untuk mengurangi kepadatan atau mengurangi antrean di rumah sakit saat pengambilan obat sehingga memberi kenyamanan lebih bagi pasien. 

Sebenarnya, kata dia, pelayanan pengambilan obat di RSUD Kraton tersebut sudah cukup lama diluncurkan. Namun demikian, pasien yang menggunakan jasa pengiriman obat tersebut belum begitu banyak. Diperkirakan sekitar 30 persen dari total pasien harian baru memanfaatkan layanan ini. RSUD Kraton juga berupaya terus mensosialisasikan layanan “Santri” kepada seluruh pasien agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya.

''Kami berharap pasien bisa memanfaatkan pelayanan pengambilan obat Santri,'' tandas dia.

Dalam menggunakan pelayanan tersebut, pasien cukup memilih opsi pengantaran obat melalui aplikasi atau anjungan digital yang tersedia di farmasi. Setelah itu, mereka bisa langsung pulang karena obat akan diantar ke rumah masing-masing. Kemudian untuk jangkauan pengirimannya cukup luas, mulai dari wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan hingga Batang serta Pemalang. Bahkan pengiriman obatnya bisa sampai ke daerah pegunungan seperti Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. 

Dengan adanya layanan ini, pasien bisa menghemat waktu dan tidak perlu menunggu lama di rumah sakit. Mereka tetap bisa beraktivitas sambil menunggu obat dikirim ke rumah.

''Biaya pengantaran pun sangat terjangkau, berkisar antara Rp 10.000, paling mahal Rp 17.000, tergantung jaraknya,'' katanya.

Selanjutnya dr Henny Rosita menjelaskan, dalam menjalankan pelayanan Santri, RSUD Kraton bekerja sama dengan salah satu perusahaan jasa pengiriman barang secara online. Saat ini pengantaran masih dilakukan sore hari dan obat diterima keesokan harinya, terutama yang jarak jangkauannya cukup jauh. Sebab petugas jasa pengiriman obat yang mendata pasien hanya satu shift atau dilakukan satu orang.

Intuk itu kedepan, harapannya RSUD Kraton minta agar ditambah menjadi dua shift layanan. Dengan demikian pasien yang selesai berobat di sore hari bisa tetap mendapatkan obatnya pada hari yang sama. 

''Layanan 'Santri' menjadi salah satu bentuk nyata komitmen RSUD Kraton dalam memberikan pelayanan yang cepat, efisien, dan berbasis teknologi kepada masyarakat,'' tegas dia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: