iklan banner Honda atas

Pemkab Pekalongan Launching Bantuan Pangan: 71.381 Warga Terima 20 Kg Beras Gratis

Pemkab Pekalongan Launching Bantuan Pangan: 71.381 Warga Terima 20 Kg Beras Gratis

--

KAJEN.RADARPEKALONGAN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi memulai penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat untuk periode Juni–Juli 2025. 

Kegiatan ini ditandai dengan launching penyaluran yang disampaikan langsung oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dan waktu dalam distribusi bantuan di tengah naiknya harga beras yang kini hampir menyentuh Rp14 ribu per kilogram.

"Launching bantuan pangan ini sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama karena harga beras sedang tinggi. Saya tekankan, bantuan ini harus tepat sasaran, hanya untuk warga yang benar-benar miskin dan membutuhkan. Juga harus tepat waktu, langsung sampai ke desa-desa tanpa hambatan," ujar Bupati Fadia.

Total penerima bantuan mencapai 71.381 orang, dengan masing-masing mendapatkan 20 kilogram beras. Bantuan ini diberikan secara gratis untuk masyarakat yang memenuhi syarat, khususnya mereka yang tergolong miskin dan rentan secara ekonomi.

Fadia juga meminta kerja sama dari pemerintah desa agar lebih cermat dalam pendataan, mengingat masih adanya temuan warga mampu yang menerima bantuan, khususnya dalam program lain seperti PKH.

"Kalau tidak cepat diperbaiki, orang miskin malah cuma bisa menonton saat yang mampu justru mendapat beras. Ini tidak adil. Saya harap semua tergugah, kalau memang merasa mampu, lebih baik bantu saudara kita yang tidak mampu," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Tegal, Agung Rohman, menyampaikan bahwa stok beras untuk bantuan pangan di Kabupaten Pekalongan sudah disiapkan dengan jumlah yang sangat mencukupi.

"Stok yang disiapkan untuk bantuan pangan ini kurang lebih sebanyak 1.427 ton dan mulai hari ini langsung didistribusikan. Targetnya, seluruh penerima di 19 kecamatan sudah menerima bantuan maksimal akhir Juli," ungkap Agung.

Distribusi beras akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari gudang Bulog ke kecamatan, kemudian dilanjutkan ke desa-desa sesuai dengan jumlah penerima. Di tingkat desa, beras bisa diambil oleh warga di titik-titik distribusi yang telah ditentukan.

Agung juga menegaskan bahwa kualitas beras telah melewati pengecekan dan memenuhi standar bantuan pangan nasional.

Dengan penyaluran ini, diharapkan beban masyarakat akibat lonjakan harga bahan pokok, khususnya beras, dapat sedikit berkurang, serta menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kondisi sosial ekonomi warganya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: