Kabupaten Pekalongan Raih Penghargaan Indeks Harmoni Indonesia 2025
--
RADARPEKALONGAN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah dinyatakan sebagai salah satu daerah penerima Penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2025. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Bakhtiar, kepada Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto Nugroho, dalam acara yang berlangsung di Gedung F, Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Senin 17 November 2025.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang aktif mengikuti proses pengukuran serta mencapai target penilaian IHaI.
Acara penyerahan penghargaan dihadiri pejabat tinggi Kemendagri, di antaranya Dirjen Polpum Dr. Drs. Bakhtiar, M.Si., Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Bisri, S.Sos., M.Si., serta perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota. Turut hadir pula Tim Kerja Sama Intelijen Ekonomi.
Pada tahun ini, pengukuran IHaI dilakukan di 24 provinsi dan 353 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, hanya 4 provinsi—DKI Jakarta, Bali, DIY, dan Kalimantan Utara—serta 119 kabupaten/kota yang dinilai memenuhi kriteria partisipasi aktif.
Lebih lanjut, sebanyak 94 kabupaten/kota masuk sebagai peserta aktif yang mencapai target pengukuran, termasuk Kabupaten Pekalongan yang berhasil meraih skor 6,73, berada pada kategori Baik berdasarkan rentang skor nasional 6,29–7,30.
Indeks Harmoni Indonesia digunakan untuk menilai kondisi hubungan sosial, budaya, ekonomi, dan keberagamaan suatu wilayah. Penilaian ini tidak bertujuan menciptakan kompetisi, tetapi mendorong daerah semakin memperhatikan keseimbangan sosial melalui tiga aspek utama: persepsi masyarakat, tingkat partisipasi, serta penerimaan terhadap kebijakan publik.
Capaian Kabupaten Pekalongan sekaligus menunjukkan keberhasilan daerah dalam menjaga kerukunan serta menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto Nugroho, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima.
“Ini bukti bahwa harmoni sosial di Kabupaten Pekalongan terpelihara dengan baik. Prestasi ini adalah hasil kebersamaan pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta seluruh warga,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut semakin memotivasi pemerintah daerah untuk mempertahankan lingkungan sosial yang kondusif serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pekalongan, Muhammad Salahuddin, juga memberikan apresiasi atas capaian ini.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa solidaritas, toleransi, dan sikap saling menghargai antarwarga di Kabupaten Pekalongan sudah berjalan dengan sangat baik,” tandasnya.
Ia menekankan pentingnya tindak lanjut pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kondisi yang sudah baik, termasuk melalui kebijakan inklusif dan dialog antarumat beragama secara berkelanjutan.
Dengan diraihnya penghargaan Indeks Harmoni Indonesia 2025, Kabupaten Pekalongan resmi menjadi salah satu daerah paling harmonis secara nasional. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus merawat stabilitas sosial dan menjaga hubungan masyarakat tetap rukun, aman, dan sejalan dengan nilai-nilai kebhinekaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
