Guru Terjebak Longsor Kroyakan Usai Mengajar, Perjuangan Menembus Jalur di Tengah Hutan Doro–Petungkriyono
Warga dan guru yang baru pulang mengajar dari Petungkriyono terjebak longsor di jalur Kroyakan, Senin sore, 4 Mei 2026.-Dok Warga.-
KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Petungkriyono, Senin, 4 Mei 2026, tak hanya memicu longsor yang menutup jalur Kroyakan.
Di balik peristiwa itu, terselip kisah perjuangan sejumlah guru yang harus berjibaku dengan kondisi ekstrem demi bisa kembali ke rumah usai mengajar.
Material longsor berupa gundukan tanah, bebatuan besar, hingga batang pohon menutup total ruas jalan penghubung Doro–Petungkriyono di jalur Kroyakan di Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Senin sore.
Jalur yang biasa dilalui warga dan para pekerja itu mendadak lumpuh, menyisakan antrean kendaraan dan kebingungan para pengendara yang terjebak.
Di tengah situasi tersebut, seorang guru tampak berdiri di tepi longsoran, mengenakan jas hujan, sambil memperhatikan kemungkinan jalan setapak yang bisa dilalui.
Baca juga:Hujan Deras di Pekalongan, Dua Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan Karangdadap dan Sragi
"Kalau tidak lewat sini, saya tidak bisa pulang. Sudah sore, dan jalur lain sangat jauh," ujarnya kepada warga di lokasi.
Dengan langkah hati-hati, ia bersama beberapa guru lainnya dan warga mencoba menapaki sisi jalan yang masih memungkinkan dilewati, meski harus melewati lumpur licin dan material longsor yang belum stabil.
Sepatu dan celananya kotor oleh tanah, namun tekadnya untuk pulang mengalahkan rasa khawatir.
Sepeda motor milik para guru dituntun bahkan dipikul oleh warga dan guru laki-laki lainnya yang sore itu beriringan pulang menembus hujan di tengah hutan alam Petungkriyono.
"Teman-teman saya tadi banyak yang terjebak di titik longsor di Kroyakan. Guru-guru perempuan terpaksa berjalan kaki menerabas titik longsor di tengah hujan. Motornya dituntun, bahkan dipikul oleh warga," kata Enda, salah satu guru yang mengajar di Petungkriyono, Senin petang.
Ia sendiri lebih beruntung. Meski hujan lebat, ia nekat menerabas dinginnya kawasan hutan Petungkriyono agar bisa pulang ke rumah.
"Petungkriyono tadi hujan lebat. Saya lewat jam 4 sore Alhamdulillah belum longsor. Mungkin longsornya sekitar jam lima," tutur dia.
Kondisi di lokasi memang cukup mengkhawatirkan. Tebing di sisi jalan terlihat masih labil, sementara hujan belum sepenuhnya reda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
