iklan banner Honda atas

Nelayan Pekalongan Keluhkan Pembatasan Kuota BBM Bersubsidi, Curhat Dengan Kapolres Pekalongan

Nelayan Pekalongan Keluhkan Pembatasan Kuota BBM Bersubsidi, Curhat Dengan Kapolres Pekalongan

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf jalin silaturahmi dengan nelayan di pesisir Kabupaten Pekalongan, Senin, 4 Mei 2026.-Hadi Waluyo.-

KAJEN, RADARPEKALONGAN.CO.ID – Para nelayan di Kabupaten Pekalongan mengeluhkan pembatasan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang dinilai menyulitkan aktivitas melaut.

Keluhan tersebut disampaikan langsung dalam kegiatan silaturahmi kamtibmas yang digelar Kapolres Pekalongan, Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di sejumlah titik wilayah pesisir, seperti TPI Wonokerto hingga TPI Jambean, menjadi ajang curhat para nelayan terkait persoalan utama yang mereka hadapi saat ini.

Ketua HNSI Kabupaten Pekalongan, Effendi, mengungkapkan bahwa mayoritas kapal nelayan di wilayahnya masih bergantung pada solar bersubsidi karena berukuran di bawah 30 GT.

"Saat ini nelayan masih bisa melaut dan tidak terlalu terdampak kenaikan BBM nonsubsidi. Namun persoalan muncul pada pembatasan kuota BBM tiap bulan yang berbeda dengan mekanisme di SPBU umum," ujar Effendi.

Menurutnya, pembatasan tersebut membuat nelayan harus lebih berhitung dalam menentukan jadwal melaut. Bahkan, tidak sedikit yang khawatir tidak bisa beroperasi maksimal jika kuota terus dibatasi.

Baca juga:Nelayan Batang Demo Tuntut Harga Solar Turun, DPRD Minta Pemerintah Beri Solusi Nyata

Menanggapi hal itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyatakan pihaknya akan berupaya menjembatani aspirasi nelayan dengan instansi terkait, termasuk Pertamina.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan nelayan bisa terpenuhi, sehingga aktivitas melaut tetap berjalan lancar," tegasnya.

Selain persoalan BBM, Kapolres juga mengingatkan pentingnya keselamatan kerja bagi para nelayan. Ia menekankan agar setiap nelayan memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum melaut.

"Kami mengimbau agar seluruh nelayan memperhatikan aspek keselamatan, mulai dari kelengkapan alat hingga kondisi kapal," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan,  nelayan di pesisir Pantai Utara Kabupaten Pekalongan mengeluhkan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang sering kosong di Solar Pocked Dealer Nelayan (SPDN). SPDN ini berada di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Salah seorang nelayan, Tarmuji, mengatakan, stok solar subsidi di SPDN Wonokerto cepat habis, bahkan dalam satu pekan stok hanya tersedia untuk dua hingga tiga hari.

"Paling dua, lama-lama tiga hari habis, terus nunggu dua hari. Dari dulu seperti itu, solar tidak pernah selalu ada di sini," keluh Tarmuji.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: