Pemuda Doro Rekayasa Jadi Korban Begal demi Viral di Medsos, Polisi Bongkar Modus Jari Putus dari Wortel
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf beri wejangan kepada pembuat konten hoaks agar tak mengulangi lagi perbuatannya.-Hadi Waluyo.-
KAJEN,RADARPEKALONGAN.CO.ID – Keinginan untuk viral di media sosial justru berujung penyesalan. Seorang pemuda berusia 17 tahun asal Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, mengaku merekayasa video seolah-olah dirinya menjadi korban pembegalan bersenjata tajam.
Video tersebut sempat membuat geger masyarakat setelah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, pelaku memperlihatkan tangannya yang berlumuran cairan menyerupai darah, potongan benda yang diklaim sebagai jari, serta narasi adanya aksi pembacokan di wilayah Sarean, Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Belakangan diketahui, seluruh adegan tersebut hanyalah rekayasa untuk menarik perhatian warganet.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, dalam keterangan pers di Mapolres Pekalongan, Senin, 3 Agustus 2026, mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah video tersebut viral dan menimbulkan keresahan masyarakat.
"Pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2026, beredar sebuah video di media sosial Facebook yang memuat narasi adanya dugaan pembegalan menggunakan senjata tajam di wilayah Dukuh Sigalung, Kecamatan Doro. Kami langsung mendatangi TKP dan rumah korban yang diduga tersebut," ujar AKBP Rachmad C Yusuf.
Baca juga:Adu Banteng Honda PCX dan Beat di Gandarum Kajen, 1 Remaja Tewas, 4 Korban Lain Dirawat
Hasil penyelidikan memastikan bahwa peristiwa pembegalan yang diceritakan dalam video tidak pernah terjadi.
"Ternyata setelah kami melakukan beberapa rangkaian penyelidikan dan pemeriksaan serta mengecek kebenaran informasi tersebut, didapati ada salah satu pemuda yang membuat konten itu ternyata hoaks semua. Jadi, yang diberitakan adalah bohong," tegasnya.
Menurut Kapolres, motif pelaku hanya ingin terlihat berani di hadapan teman-temannya.
"Motif yang bersangkutan semata-mata agar dirinya dianggap berani atau jagoan di depan teman-temannya," imbuhnya.
Dalam pemeriksaan, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk membuat konten tersebut, termasuk sebilah samurai dan wortel yang dibentuk menyerupai jari manusia.
"Dari barang bukti yang kita dapatkan, yaitu sebilah samurai dan juga buah wortel yang dijadikan sebagai bentuk jari yang terputus," jelas Kapolres.
Sementara itu, pemuda bernama Bayu (17) mengakui seluruh video tersebut dibuat atas inisiatifnya sendiri.
"Ya itu buat konten doang, Pak. Buat keren-kerenan," ucap Bayu saat dimintai keterangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

